Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laporan dari Beijing : Wapres Kalla Minta China Tindaklanjuti Protokol Impor Buah Tropis

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Bea Cukai China Ni Yue Feng menandatangani protokol perdagangan manggis setelah Cina mengizinkan Indonesia kembali mengekspor buah tersebut ke negaranya.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 25 April 2019  |  17:22 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (kiri) dan Menteri Bea Cukai China Ni Yue Feng bertukar naskah protokol impor manggis dari Indonesia yang ditandatangani di Beijing, Kamis (25/4/2019). - ANTARA/M. Irfan Ilmie
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (kiri) dan Menteri Bea Cukai China Ni Yue Feng bertukar naskah protokol impor manggis dari Indonesia yang ditandatangani di Beijing, Kamis (25/4/2019). - ANTARA/M. Irfan Ilmie

Bisnis.com, BEIJING — Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Jusuf Kalla meminta Pemerintah China segera merealisasikan protokol impor buah tropis, yaitu buah naga dan manggis.

Hal itu diungkapkan Wapres Kalla saat melakukan pertemuan bilateral (bilateral meeting) dengan Wakil Presiden China Wang Qishan.

"Hari ini kita telah menyepakati dua protokol impor buah tropis. Saya harap protokol tersebut segera dapat ditindaklanjuti," katanya di Istana Wapres China, Diayutai State Guest House, Beijing, Kamis (25/4/2019).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Bea Cukai Cina Ni Yue Feng menandatangani protokol perdagangan manggis setelah China mengizinkan Indonesia kembali mengekspor buah tersebut ke negaranya.

Penandatanganan dilakukan di Beijing pada Kamis di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional Sabuk Jalan atau Belt and Road Forum (BRF) kedua. Dengan demikian, impor manggis dari Indonesia akan meningkat sejak Cina memberikan izin.

Retno mencatat bahwa China merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia, dengan nilai perdagangan kedua belah pihak sebesar U$S$70 miliar (sekitar Rp990 triliun) pada 2018, yang merupakan peningkatan 23 persen dibandingkan dengan 2017.

Dia berharap pembukaan keran ekspor manggis dan buah naga dapat mempersempit defisit neraca dagang antara kedua negara.

"Kita harus berupaya agar ekspor buah tropis dalam rangka mempersempit atau menurunkan defisit yang terjadi antara Indonesia dan Tiongkok," jelasnya.

Retno didampingi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Bea Cukai China dan jajarannya. Ni Yue Feng menyambut positif permintaan yang disampaikan oleh Menlu Retno tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, juga menyampaikan bahwa Indonesia telah memfasilitasi ekspor buah-buahan dari Cina di antaranya jeruk mandarin agar perdagangan bilateral menjadi saling menguntungkan.

Pada akhir 2017, Cina kembali membuka keran impor manggis dari Indonesia setelah sempat ditutup pada 2014 karena kandungan zat kimia. Sejak izin diberikan lagi, buah manggis dari Indonesia mudah dijumpai di pasar-pasar modern dan tradisional Cina, bersaing dengan manggis Thailand.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china jusuf kalla one belt one road
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top