Kemasan Obat Premium Jadi Tren di Pasar Global

Pelaku industri kemasan obat menyatakan saat ini terjadi pergeseran konsumsi di pasar global dari menggunakan kemasan obat-obatan yang standar menjadi kemasan premium.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 April 2019  |  05:25 WIB
Kemasan Obat Premium Jadi Tren di Pasar Global
Ilustrasi - nhschallengeprizes

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri kemasan obat menyatakan saat ini terjadi pergeseran konsumsi di pasar global dari menggunakan kemasan obat-obatan yang standar menjadi kemasan premium.

Direktur Keuangan PT Schott Igar Glass (SIG) Erwin Ruslie mengatakan pihaknya menambah kapasitas produk kemasan premium (topline) untuk memenuhi permintaan dari negara-negara ekspor seperi Jepang dan Korea Selatan.

Perseroan telah menambah kapasitas produksi topline hingga 50% menjadi 3,6 juta buah kemasan. Secara konsolidasi, perseroan dapat memproduksi 775 juta ampul, 576 vial, dan 55 juta pipet gelas.

Kendati demikian, kata Erwin, fenomena tersebut belum terjadi di dalam negeri lantaran konsumsi kemasan standar masih mendominasi. “Perusahaan farmasi itu berusaha efisien,” katanya.

Regional Sales Director Asia Pasific SIG Gunawan Setokusumo mengatakan pangsa pasar perseroan di dalam negeri mencapai 70%, Secara komposisi, perseroan mengalokasikan produksi masing-masing 50% untuk dipasarkan di dalam dan luar negeri.

Secara total, SIG telah mengekspor produknya ke 20 negara yang tersebar di Asia Timur, Timur Tengah, dan Eropa, sebesar 2.500 ton atau senilai US$17 juta. Menurut Gunawan, nilai ekspor perseroan mencapai sekitar US$30 juta.

Gunawan menargetkan komposisi ekspor perseroan dapat meningkat menjadi 55% pada tahun ini. Namun demikian, menurutnya, konsumsi ampul dan vial nasional juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya peserta BPJS Kesehatan.

Menurutnya, SIG masih mengimpor seluruh bahan baku dari perusahaan induk yakni United States Pharmacopeia (USP) kelas 1 sejumlah 4.000—6.000 ton per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obat

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup