Baru 1,2 Persen Pelaku Ekonomi Kreatif Terdata di BISMA

Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf mencatat baru mencapai 544 pelaku dari total 47.000 pelaku ekonomi kreatif atau baru sekitar 1,2 Persen yang masuk di databe Barekraf BISMA.
Baru 1,2 Persen Pelaku Ekonomi Kreatif Terdata di BISMA Dinda Wulandari | 25 April 2019 16:51 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf mencatat baru mencapai 544 pelaku dari total 47.000 pelaku ekonomi kreatif atau baru sekitar 1,2 Persen yang masuk di databe Barekraf BISMA.

Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf,  mengatakan pihaknya telah membuat Bekraf Information System in Mobile Application (BISMA) yang merupakan platform resmi badan tersebut untuk pendataan pelaku ekonomi kreatif (ekraf).

“Kami ingin membangun data mikro ini karena ketika pelaku usaha masuk ke Bisma maka mereka bias mengakses program-program dari Bekraf yang bermanfaat bagi mereka,” katanya saat acara Bigger-Bisma Goes To Get Member di Palembang, Kamis (25/4/2019).

Dia menjelaskan nantinya pelaku usaha yang telah mendaftar melalui aplikasi tersebut akan mendapatkan identitas (ID) Bisma yang bisa digunakan untuk mengakses kegiatan atau program Bekraf lainnya.

Aplikasi itu bisa dipasang di ponsel android dengan alamat download https://play.google.com/store/apps/details?id=id.bisma.bekraf.android. Adapun untuk ponsel berbasis iOS dari Apple alamat download-nya adalah https://itunes.apple.com/us/app/bisma-info-ekraf/id1266183423?mt=8.

Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf, mengatakan pihaknya terus mendorong seluruh pelaku usaha terdaftar dengan satu akun by name dan by address, sehingga bisa mengakses berbagai bantuan.

Dia mencontohkan Bekraf telah membuka akses permodalan di lembaga-lembaga finansial technology (fintech) dan pemanfaatan dana APBN dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang bisa diakses oleh ekraf di tiap-tiap daerah hingga kabupaten/kota.

Dia menambahkan Bekraf membuka dan menfasilitasi para pelaku ekraf untuk mengakses dana dari lembaga perbankan dengan nilai total Rp10 trilun pada 2019.

Deputi Hubungan Antar Wilayah dan Lembaga Bekraf Endah Wahyu Sulistianti menambahkan bahwa Bekraf  memfasilitasi para pelaku ekraf untuk menggaet dana pembiayaan dari investor.

“Ini kami lakukan dengan mempertemukan pembuat film dengan investor. Beberapa anak muda kami beri ruang untuk mempresentasikan film yang akan mereka buat langsung di depan investor,” katanya.

Selain itu, Bekraf juga mendapatkan alokasi dana hibah dari APBN untuk membantu kalangan pelaku ekraf dengan nilai pembiayaan maksimal Rp200 juta melalui proses kurasi yakni kegiatan yang berhubungan dengan memelihara, menjaga dan sekaligus mengawasi usaha.

Bahkan dalam skema bantuan hibah ini, para pelaku usaha diperbolehkan untuk menggunakannya untuk biaya tiket perjalanan ke luar negeri terkait pengembangan usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi kreatif, kemenparekraf

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top