Soal Holding BUMN Penerbangan, Begini Usulan Menhub Budi

Kementerian Perhubungan mulai melakukan pembahasan internal terkait rencana Kementerian BUMN yang ingin membentuk holding BUMN penerbangan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 April 2019  |  08:20 WIB
Soal Holding BUMN Penerbangan, Begini Usulan Menhub Budi
Ilustrasi - Seorang calon penumpang melihat papan informasi jadwal penerbangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mulai melakukan pembahasan internal terkait dengan rencana Kementerian BUMN yang ingin membentuk holding BUMN penerbangan.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, pihaknya ingin ada keterlibatan tidak hanya Kementerian BUMN dalam pembentukan holding tersebut tetapi juga dari berbagai pemangku kepentingan penerbangan lain.

"Saya minta, komunikasi dengan Sekjen Kementerian BUMN untuk bahas ini. Kami akan bentuk opini dari komisi aviasi, secara legal, teknis dan finansial," ungkapnya, pekan lalu.


Dia meminta agar para pemangku kepentingan lain dilibatkan, pegawainya, regulator. Menurutnya, ada peraturan internasional yang merupakan mandatory dan harus diikuti.


Dia mengakui, pembentukan holding tersebut merupakan kewenangan dari Kementerian BUMN, sehingga kalau sudah diputuskan makan harus dipatuhi. "Saya berpendapat holding ini baik, tapi yang sifatnya mandatory itu regulator dan stakeholder harus dilibatkan," imbuhnya.


Menurutnya, ada berbagai hal positif yang dapat dicapai dengan adanya holding BUMN penerbangan. Oleh karenanya, dia mendukung rencana pembentukan tersebut. "Saya lihat namanya holding itu pasti tujuannya baik. Ada efisiensi, koordinasi yang efektif," katanya.


Sementara itu, di internal kementeriannya, pembahasan holding BUMN penerbangan masih dalam pembahasan informal dan akan berlanjut dengan pembahasan mengenai rekomedasi guna memaksimalkan fungsi dan peran dari holding tersebut ketika terbentuk.


Rencananya, Kementerian BUMN akan membentuk holding BUMN penerbangan yang ditargetkan rampung pada semester I/2019. Kelompok usaha itu akan beranggotakan PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., serta PT Survei Udara Penas (Persero) sebagai induk usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penerbangan, Kemenhub, holding bumn

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top