Pengiriman Barang E-Commerce Diprediksi Melonjak Hingga 40%

Sejumlah jasa pengiriman ekspress sudah mulai mengantisipasi lonjakan kiriman paket menjelang musim puncak Ramadan dan Lebaran 2019.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 April 2019  |  11:43 WIB
Pengiriman Barang E-Commerce Diprediksi Melonjak Hingga 40%
Ilustrasi - e-commerce - Bisnis/CC0

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah jasa pengiriman ekspress sudah mulai mengantisipasi lonjakan kiriman paket menjelang musim puncak Ramadan dan Lebaran 2019. Lonjakan tersebut diproyeksikan berkisar 30%--40%.


Vice President Proses dan Transportasi PT Pos Indonesia (Persero) Farius Muhamartono menuturkan bahwa kenaikan menjelang musim puncak seperti Ramadan biasanya berkisar 30%-40%. Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan kiriman e-commerce beserta program-program diskon yang diberikannya.

Dia menuturkan, biasanya marketplace atau platform dagang elektronik selalu melakukan kampanye sebelum Ramadan dimulai, imbasnya kenaikan volume produksi dan distribusi pada produk-produk e-commerce tersebut.


"Dampaknya ke kita [jasa pengiriman ekspress] itu 3--4 hari kemudian. Ini kesempatan kita begitu ada program ini, di distribusi ke penerima, pasti ke sana [arahnya]," katanya kepada Bisnis, Minggu (14/4/2019).


Setelah itu, marketplace akan mengurangi kampanyenya sepekan menjelang Lebaran, hal ini karena proses distribusinya akan terhambat baik karena libur, pembatasan angkutan barang maupun lonjakan aktivitas mudik.


Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi memprediksi bahwa berdasarkan pengalaman kenaikan kiriman pada Ramadan dan Lebaran mencapai 30%. "Kalau pengalaman kira-kira bisa lebih dari 30%. Ya, bisa teratasi," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce, pengiriman barang, asperindo, Ramadan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top