Mau Ikut Bisnis SPBU Shell, Ini Minimal Modal yang Harus Disiapkan

Konsep bisnis yang dikembangkan Shell Indonesia berhasil menarik 10 mitra untuk ikut berbisnis SPBU dengan skema dealer owned dealer operated (DODO) dari total 98 SPBU yang ada.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 12 April 2019  |  08:50 WIB
Mau Ikut Bisnis SPBU Shell, Ini Minimal Modal yang Harus Disiapkan
Executive Vice President Shell Retail Istvan Kapitany (kanan) bersama Komisaris Utama PT. Sigma Niaga Gas Kamaluddin Hasyim (kiri), Direktur Retail PT. Shell Indonesia Wahyu Indrawanto (kiri) dan Perwakilan Otoritas Bandara Soekarno Hatta Martinus H (kedua kiri) berfoto bersama seusai pengoperasian SPBU Shell Indonesia di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (19/4) - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA—Shell Indonesia menawarkan kemitraan berinvestasi di bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tanpa joining fee dengan skema yang transparan dengan nilai investasi minimal Rp4 milliar.

Konsep bisnis yang dikembangkan Shell Indonesia berhasil menarik 10 mitra untuk ikut berbisnis SPBU dengan skema dealer owned dealer operated (DODO) dari total 98 SPBU yang ada.

Retail Partnership Manager Shell Indonesia Agung Saputra mengatakan strategi bisnis SPBU Shell tidak membedakan COCO (company owned, company operated) atau DODO sehingga konsumen akan mendapatkan pelayanan yang sama. Menurutnya, untuk berinvestasi di SPBU Shell relatif sederhana dengan perhitungan keuntungan yang terbuka terlebih dahulu.

“Kita paparkan skema bisnis, lalu hitungan-hitungannya, sehingga mereka tahu seberapa lama return akan kembali. Yang paling penting adalah kemitraan ini transparan, dan tidak ada joining fee,” katanya kepada Bisnis.com, Kamis (11/4/2019).

Syarat utama untuk menjadi mitra dalam bisnis SPBU Shell, yakni wajib memiliki lahan seluas 1.000 meter persegi, dan sudah memiliki badan usaha berbentuk perusahaan terbuka. Calon investor juga dapat menawarkan lokasi dibangunnya SPBU, dan konsep outlet pendamping SPBU.

Agung mengatakan ke depan penerimaan dari bisnis BBM dan outlet pendamping terbagi rata. Untuk saat ini, pihaknya mengakui bahwa penerimaan terbesar bisnis SPBU masih datang dari BBM.

“Jadi return tergantung pada investasi, berapa luas yang dibangun, berapa besar dan ada outlet apa saja di SPBU tersebut. Mungkin dia mau buka cafe, bengkel dan sebagainya,” tambahnya.

Untuk nilai investasi, lanjut Agung, sebenarnya disesuaikan dengan seberapa besar dan dimana lokasi SPBU dibangun. Untuk investasi minimal berkisar Rp4 miliar - Rp7 miliar.

Dalam pengembangan bisnis SPBU, Shell Indonesia masih fokus menambah jumlah stasiun pengisian bahan bakar di Pulau Jawa, khususnya di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Hingga April tahun ini, setidaknya sudah ada 4 SPBU Shell yang sudah diresmikan dan beroperasi.

Agung menambahkan Shell Indonesia tertarik untuk membangun SPBU di jalan Tol yang terbentang dari Jakarta - Surabaya, baik dengan konsep COCO maupun DODO. "Kami tertarik di SPBU di Rest Area, kami terbuka akan peluang tersebut," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
spbu, Shell Indonesia

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top