Purwakarta Mampu Ekspor 101 Kontainer Gerabah & Keramik Hias

Kementerian Perindustrian terus memperbanyak pelatihan bagi perajin gerabah dan keramik hias ke berbagai daerah guna memacu daya saing sektor ini.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 11 April 2019  |  12:12 WIB
Purwakarta Mampu Ekspor 101 Kontainer Gerabah & Keramik Hias
Perajin gerabah alat dapur - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memperbanyak pelatihan bagi perajin gerabah dan keramik hias ke berbagai daerah guna memacu daya saing sektor ini.

Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah menggelar pelatihan regenerasi kerajinan pembentukan keramik atau gerabah di Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Sepanjang tahun 2018, tercatat sebanyak 101 kontainer produk gerabah dan keramik hias asal Puwakarta telah diekspor ke berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang secara konsisten mengembangkan dan terus mendorong industri kerajinan keramik dan gerabah sebagai salah satu sektor andalan untuk mendorong ekonomi kerakyatan,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam siaran pers, Kamis (11/4/2019).

Pelatihan yang diikuti sebanyak 40 peserta tersebut, juga terselenggara berkat bantuan dana corporate social responsibility (CSR) PT Schoot Igar Glass Cikarang.

Menurut Gati, perajin gerabah dan keramik di Purwakarta terus menunjukkan kinerja yang positif.  “Guna menghasilkan produk yang berkualitas, perlu ditunjang desain yang baik dan indah. Hal tersebut tentunya harus didukung dengan adanya SDM yang kompeten di bidangnya,” ujarnya. 

Dia berharap adanya pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis dapat memberikan motivasi baru bagi pengusaha IKM gerabah dan keramik hias.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan pemerintah berharap kepada para industri keramik dalam negeri agar terus berkontribusi sebagai salah satu motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia optimistis Indonesia mampu menduduki peringkat ke-4 dunia sebagai produsen keramik. “Saat ini, kapasitas terpasang keramik nasional sebesar 560 juta meter persegi. Tentunya, setelah pemerintah memberikan keberpihakan kepada industri dalam negeri, utilitas produksi harus bisa meningkat,” ujarnya.

Kepala UPTD Litbang Keramik Plered Bambang Mega Wahyu mengapresiasi langkah Kemenperin untuk memfasilitasi program pelatihan IKM gerabah dan keramik hias di Purwakarta. Menurutnya, kerajinan keramik Plered memiliki sejarah panjang dan merupakan salah satu sektor andalan dalam mendorong perekonomian daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenperin, keramik

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top