ADB Koreksi Pertumbuhan Indonesia, Darmin Tetap Optimistis Andalkan Konsumsi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution masih optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga positif meskipun sejumlah lembaga internasional, seperti ADB memproyeksikan ekonomi global tumbuh melambat di tahun ini, termasuk Indonesia.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 05 April 2019  |  20:31 WIB
ADB Koreksi Pertumbuhan Indonesia, Darmin Tetap Optimistis Andalkan Konsumsi
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat penyampaian keberatan atas European Union's Delegation Act yang disusun Komisi Eropa, di Jakarta, Senin (18/3/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku masih optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga positif meskipun sejumlah lembaga internasional, seperti Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan ekonomi global tumbuh melambat di tahun ini, termasuk Indonesia.

Sebelumnya, Bank Pembangunan Asia tersebut, pada Asian Development Outlook 2019 yang dirilis Rabu (3/4/2019), memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,2 persen di tahun ini.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan asumsi yang dipasang pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 5,3 persen.

Darmin mengakui bahwa perlambatan kondisi global memang dapat mempengaruhi pertumbuhan sejumlah negara, terutama emerging market seperti Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya perlambatan impor Indonesia  pada kuartal pertama 2019.

Kendati demikian, Menko Darmin masih optimistis bahwa dengan mengandalkan jumlah penduduk di Indonesia yang cukup besar saat ini, akan mampu menjaga permintaan domestik yang juga tinggi sehingga roda ekonomi akan tetap berputar.

"Kita negara dengan penduduk besar artinya kita punya dinamika ekonomi internal. Walaupun ada pengaruh dari luar tapi dalam negeri punya kekuatan sendiri," jelas Darmin di kantornya, Jumat (5/4/2019).

Namun, pada sisi lain pemerintah juga berkomitmen akan terus fokus membenahi penetrasi pasar ke luar, melalui berbagai upaya kemudahan maupun insentif untuk mendongkrak ekspor.

Meskipun, diakui mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut bahwa peningkatan penetrasi ke luar tersebut bukanlah hal yang gampang dan memerlukan waktu panjang.

“Ada situasi minimum yang selalu bisa dapat karena penduduk banyak, ekonomi bisa berjalan internal cukup besar. Tinggal yang untuk penetrasi keluarnya itu panjang ceritanya,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui bahwa pada ADO 2019, publikasi ekonomi tahunan ADB tersebut, ADB merevisi ke bawah pertumbuhan tahun ini dari sebelumnya diperkirakan 5,3 persen menjadi 5,2 persen. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi, darmin nasution, ADB

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup