Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KBS Incar Kenaikan Produksi Bongkar Muat Jadi 21,4 Jut Ton

PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), badan usaha pelabuhan yang mengelola Pelabuhan Cigading, Cilegon, Banten, mengincar arus barang 21,4 juta ton.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 26 Maret 2019  |  18:47 WIB
Ilustrasi - Pelabuhan Cigading - Ilustrasi/panoramio.com
Ilustrasi - Pelabuhan Cigading - Ilustrasi/panoramio.com

Bisnis,com, JAKARTA - PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), badan usaha pelabuhan yang mengelola Pelabuhan Cigading, Cilegon, Banten, pada tahun ini mengincar arus barang 21,4 juta ton, setelah tahun lalu menggaet throughput 17,2 juta ton.


Kenaikan produksi bongkar muat diungkit oleh kargo PT Krakatau Steel Tbk., PT Krakatau Posco, pihak ketiga, dan beroperasinya dua dermaga baru. KBS merupakan anak perusahaan Krakatau Steel (KS) dengan kepemilikan saham 100%.


Direktur Utama KBS Alugoro Mulyowahyudi mengatakan, 60% throughput KBS selama ini berasal dari kargo Krakatau Steel dan Krakatau Posco, seperti baja dan bahan baku baja.

Adapun sisanya sebanyak 40% disumbang oleh kargo pihak ketiga, seperti jagung, gandum, bungkil kelapa sawit, gula, pupuk, gipsum, semen, dan batu bara. "Tahun ini profilnya kurang lebih sama, tetapi ada kenaikan sekitar 24%," katanya kepada Bisnis, Selasa (26/3/2019).


Alugoro menjelaskan, KS tahun ini mengerjakan proyek blast furnace. Bahan baku sudah dibeli dan akan masuk lewat Cigading. Krakatau Posco dan beberapa perusahaan lain pun sudah menyampaikan permintaan jasa. 


Dua dermaga baru yang dilengkapi dengan empat unit jib crane juga akan memberikan andil terhadap arus barang seiring dengan pengoperasiannya mulai awal Juni. Dua dermaga, yakni dermaga 7.1 dan dermaga 7.2, akan menambah jumlah slot dermaga Cigading menjadi 17.


Dengan kapasitas bongkar muat 4 juta ton, dua dermaga itu akan menambah kapasitas total Cigading menjadi 25 juta ton. Dengan kedalaman 14 meter di bawah permukaan air (LWS) pula, kedua dermaga nantinya dapat disandari kapal berbobot 70.000 DWT.

Menurut rencana, dermaga akan dipakai sebagai terminal umum yang dapat digunakan oleh KS, Krakatau Posco, maupun pihak ketiga.  "Dengan crane yang baru ini, bongkar muat bisa lebih cepat, throughput bertambah," kata Alugoro.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan bongkar muat pt krakatau bandar samudera (kbs)
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top