Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin: Skrap Bahan Baku Plastik Capai Rp10,1 Triliun 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai skrap bahan baku plastik  mencapai Rp10,1 triliun pada tahun lalu. Industri di sektor bahan bangunan disarankan memanfaatkan skrap bahan baku plastik untuk bangunan segmen bawah.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 Maret 2019  |  12:13 WIB
Kemenperin: Skrap Bahan Baku Plastik Capai Rp10,1 Triliun 
Pramuniaga memasukkan barang belanjaan kedalam kantong plastik di salah satu gerai retail di Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai skrap bahan baku plastik  mencapai Rp10,1 triliun pada tahun lalu. Industri di sektor bahan bangunan disarankan memanfaatkan skrap bahan baku plastik untuk bangunan segmen bawah.

Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Taufiek Bawazier mengatakan skrap bahan baku plastik dapat dimanfaatkan sebagai kusen. Selain itu, skrap juga dapat digunakan untuk produksi keperluan rumah tangga.

“[Masyarakat] punya kemampuan purchasing yang lebih tinggi kalau masyarakat menggunakan skrap bahan baku plastik,” ujarnya kepada Bisnis belum lama.

Taufiek menambahkan peningkatan daya beli masyarakat tersebut disebabkan oleh harga skrap bahan baku plastik yang jauh lebih rendah yakni sepertiga dari harga bijih plastik. Taufiek melanjutkan skrap bahan baku plastik kini baru menopang 1,1 juta ton per tahun dari kebutuhan nasional. 

Taufiek berujar secara nasional komposisi skrap bahan baku plastik yang tercampur dengan sampah jenis lain mencapai 16% dari total sampah nasional atau sebanyak 10,88 juta ton per tahun. Namun demikian, Taufiek memperkirakan tingkat daur ulang plastik lokal belum menembus level 15%. Adapun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat tingkat daur ulang plastik berada di posisi 14% pada akhir tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri plastik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top