Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPC Bidik Volume Peti Kemas Transshipment Jadi 1,8 Juta TEUS

PT Pelindo II (Persero) atau IPC mengincar alih muatan atau transshipment peti kemas 1,8 juta TEUs di Pelabuhan Tanjung Priok setelah pada tahun lalu mampu merebut 1,2 juta TEUs dari Singapura.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 18 Maret 2019  |  21:16 WIB
IPC Bidik Volume Peti Kemas Transshipment Jadi 1,8 Juta TEUS
Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan yang masuk dalam area kerja Pelindo IV, Selasa (1/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelindo II (Persero) atau IPC mengincar alih muatan atau transshipment peti kemas 1,8 juta TEUs di Pelabuhan Tanjung Priok setelah pada tahun lalu mampu merebut 1,2 juta TEUs dari Singapura. 


Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya mengatakan bahwa  arus kontainer transshipment itu berasal dari cabang-cabang pelabuhan IPC, terutama dari Panjang Lampung dan Palembang Sumatra Selatan.

Ada pula yang berasal dari pelabuhan di luar wilayah kerja IPC, seperti Tanjung Emas untuk komoditas tekstil, Sulawesi dan Ambon untuk komoditas ikan.


"Saya bisa perintahkan cabang-cabang untuk transshipment di sini [Tanjung Priok]. Semua cabang yang punya peti kemas ekspor harus lewat Priok," ujarnya di sela-sela media gathering, Senin (18/3/2019).


Dia berharap para pemilik barang dari luar wilayah IPC bisa menjadikan Tanjung Priok sebagai alternatif pelabuhan transshipment.  "Kami harap ada tindakan yang sama secara nasional," ujar Elvyn.


Elvyn menyebutkan, biaya jasa kepelabuhanan dan jasa tambang (freight cost) di Tanjung Priok lebih murah 40% dari transshipment via Singapura. Dari segi waktu, direct call dari Tanjung Priok lebih singkat, yakni hanya 21 hari.

Pelabuhan tersibuk di Indonesia itu saat ini sudah melayani direct call ke Amerika Serikat, intra Asia, Eropa, dan Australia. Saat ini, sekitar 15 juta TEUs kontainer ekspor dari Indonesia masih ditransitkan di Negeri Singa.


Pelaksana Tugas Direktur Komersial IPC Dani Rusli memberi contoh, dari throughput kontainer transshipment di Pelabuhan Panjang sebanyak 117.000 TEUs, 50% masih ditransitkan di Singapura dan 40% via Tanjung Pelepas Malaysia. Kondisi yang hampir sama juga terjadi di Palembang. 


Direktur Operasional Prasetyadi menambahkan, Pelindo II sedang merumuskan paket tarif biaya jasa kepelabuhanan dan jasa tambang di pelabuhan asal dan pelabuhan transshipment. Bundling tariff dirancang lebih murah dari tarif di Singapura. 

Prasetyadi memberikan gambaran, freight cost Medan--Singapura US$600--US$700 per boks kontainer 20 kaki, ditambah biaya handling US$100 per boks. Selanjutnya, freight cost dari Singapura ke AS US$1.000--US$1.500 per boks. 


Bundling tariff, kata dia, akan dirancang lebih murah dari tarif di Singapura.  "Kami akan roadshow ke pelabuhan potensial, seperti Panjang, Medan, Pontianak, dan Cirebon," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo ii transshipment
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top