Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penjelasan KLHK Soal Skema Kemitraan Konservasi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka skema kemitraan konservasi agar dapat mendapatkan manfaat dari kawasan konservasi.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  11:23 WIB
Ini Penjelasan KLHK Soal Skema Kemitraan Konservasi
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan Kalimantan Utara - Indonesia Travel

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka skema kemitraan konservasi agar dapat mendapatkan manfaat dari kawasan konservasi.

Dyah Murtiningsih, Direktur Kawasan Konservasi Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK menjelaskan bahwa skema tersebut merupakan skema pemberian akses kepada masyarakat sekitar kawasan konservasi agar dapat mendapatkan manfaat ekonomi.

"Jadi, kemitraan konservasi ini memberikan akses kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi agar dapat melakukan kegiatan di dalamnya seperti memungut hasil hutan bukan kayu [HHBK] sekaligus melakukan pemulihan ekosistem [kawasan konservasi]," jelasnya kepada Bisnis, saat ditemui di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dyah mengatakan HHBK yang bisa diolah oleh masyarakat biasanya berada di zona tradisional atau zona pemanfaatan.

HHBK yang bisa dipungut di antaranya madu, rotan, air aren, dan sebagainya. Tak hanya boleh memungut HHBK, skema ini juga mewajibkan masyarakat yang diberi akses untuk tetap menjaga kawasan konservasi agar tetap baik sebagaimana fungsinya. "[Itu] menjadi win-win solutions," lanjutnya.

Dia memberikan contoh, pada skema kemitraan lingkungan pemulihan ekosistem, apabila ada kawasan konservasi yang terbuka lahannya di mana terlanjur digunakan untuk pertanian.

Dengan demikian, masyarakat tersebut masih diperbolehkan untuk melakukan kegiatan pertanian, tetapi mereka juga diberi kewajibam untuk mengembalikan dari fungsi kawasan tersebut dengan melakukan penanaman pohon jenis-jenis tertentu yang sudah tumbuh di sana. "Mereka masih boleh [melakukan kegiatan] dengan metode agroforestry misalnya," katanya.

Akan tetapi, Dyah mengatakan Skema Kemitraan Konservasi memiliki jangka waktu sekitat 5 tahun - 10 tahun. Di mana skema tersebut akan diperpanjang setelah melalui proses evaluasi oleh pihak UPT atau Balai KSDAE.

Ke depan, Dyah mengatakan tujuan utama kemitraan konservasi adalah menambah nilai ekonomi dari HHBK yang masyarakat ambil.

"Misalnya, kalau sebelumnya mereka ambil madu terus juga dengan packaging seadanya, nanti kami adakan pendampingan bekerja sama dengan berbagai pihak tentunya seperti LSM, CSR dan sebagainya terkait cara mengolah madu yang lebih baik dengan menggunakan packaging yang lebih menarik sehingga nilai jualnya bertambah," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemitraan kawasan konservasi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top