Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Kota Baru Mandek

Perkembangan pembangunan kota baru atau kota mandiri di Indonesia boleh dikatakan mandek karena belum ada pembangunan kota baru yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, selain Kota Maja di Banten.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  07:00 WIB
Citra Maja Raya - citramaja.com
Citra Maja Raya - citramaja.com

Bisnis, JAKARTA — Perkembangan pembangunan kota baru atau kota mandiri di Indonesia boleh dikatakan mandek karena belum ada pembangunan kota baru yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, selain Kota Maja di Banten.

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Soelaeman Soemawinata mengatakan bahwa perkembangan pembangunan kota baru masih datar dalam beberapa tahun terakhir.

Oleh karena itu, REI mewakili pengembang menginginkan agar pemerintah fokus dan memicu pengembangannya, serta mempermudah dalam hal pengurusan perizinan terutama dalam pembukaan lahan.

“Perkembangannya belum ada yang baru, masih flat [datar], pengembang juga belum ada yang sentuh. Makanya, coba senggol kementerian supaya fokus dan dipacu pengembangannya,” ungkapnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Selain itu, menurut Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida, dalam pengembangan kota baru yang menjadi kendala adalah keberadaan end user dan sistem perpajakan yang belum memadai dari penduduk maupun pemerintah.

“Sejak lama pelaporan pajak itu kan enggak pernah bener, sepanjang Indonesia merdeka malah. Baru sekarang-sekarang ini ada lapor pajak lewat internet. Jadi, lebih mudah dan transparan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (10/3/2019).

Menurut Paulus, hingga saat ini masih banyak penduduk wajib pajak yang tidak membayar pajak mereka dengan baik dan benar. Hal ini, katanya, akan memengaruhi kemampuan pemerintah untuk melakukan pembangunan.

“Sebenarnya dari pengembang siap-siap saja kalau disuruh bangun kapan saja, tetapi kan end user juga susah dicari, masak tahu-tahu suruh pindah. Ya, nanti enggak mau. Terus kalau end user-nya belum jelas, nanti pengembang udah bangun enggak ada yang tinggal kan rugi. Kan pengembang harus bayar bunga juga,” ungkapnya.

Solusi dari pemerintah, katanya, sudah ada, berupa penyediaan skema pembiayaan kepemilikan hunian untuk Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. “Namun, sampai sekarang aturannya belum ada juga. Jadi, gimana ya, susah juga buat kami mau bangun.”

Untuk perkembangannya sendiri, saat ini pengembang hanya mengandalkan proyek kota baru yang lama, salah satunya milik PT Jababeka Tbk., yang mengembangkan kota baru dan kawasan industri di Maluku Utara (Morotai).

Kendati demikian, Jababeka masih berfokus pada pembangunan kota di Cikarang, Jawa Barat terlebih dahulu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota baru
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top