Perum Bulog Tambah Kapasitas Gudang

Perum Bulog menambah kapasitas gudang di Komplek pergudangan Bumirejo dan Komplek Pergudangan Klahang, Sokaraja, Jawa Timur.
Pandu Gumilar | 07 Maret 2019 12:28 WIB
Pekerja mengemas beras di gudang Bulog Serang, Banten, Senin (11/9). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog menambah kapasitas gudang di Komplek pergudangan Bumirejo dan Komplek Pergudangan Klahang, Sokaraja, Jawa Timur.

Komplek Gudang Bulog di Bumirejo kapasitasnya kini mencapai 5.500 ton. Sebelumnya komplek gudang berkapasitas 3.500 ton, sekarang ditambah bangunan baru berkapasitas 2.000 ton.

Dalam area tersebut juga terdapat unit pengolahan, kantor gudang, laboratorium dan pemeriksaan kualitas. Dalam pembangunannya, gudang baru ini menghabiskan anggaran sebesar Rp4,9 miliar, dengan waktu pengerjaan selama 6 bulan.

Adapun gudang di Klahang memiliki kapasitas 3.500 ton. Gudang dengan lebar 30 meter, panjang 54 meter, serta tinggi 7 meter tersebut diprioritaskan untuk menampung komoditas kedelai.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, keberadaan gudang baru tersebut sejalan dengan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hal ini dipertegas dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) BULOG dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

"Kedua gudang baru ini juga telah mempertimbangkan aspek strategis dan ekonomis. Lokasi komplek gudang yang dekat dengan lahan persawahan petani serta akses jalan, membuatnya makin mudah dijangkau oleh masyarakat," katanya lewat siaran resmi Rabu (5/3).

Menurutnya, penambahan gudang baru ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi pangan. Hal tersebut sekaligus sebagai langkah antisipasi, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan pusat produksi beras maupun kedelai terbesar diantara kabupaten yang berada di sekelilingnya.

"Gudang baru ini juga sejalan dengan komitmen, dimana untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen serta produsen, Perum Bulog harus dilengkapi dengan ketersediaan maupun pengembangan infrastruktur pascapanen, terutama padi, jagung dan kedelai," pungkasnya.

Tag : bulog, perum bulog
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top