Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Logistik Indonesia Kalah Efisien di Asia Tenggara

Kementerian Perhubungan mengakui rata-rata biaya logistik Indonesia masih kalah efisien dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya. Pelabuhan digital sangat dibutuhkan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 07 Maret 2019  |  08:52 WIB
Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan yang masuk dalam area kerja Pelindo IV, Selasa (1/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan yang masuk dalam area kerja Pelindo IV, Selasa (1/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA  - Kementerian Perhubungan mengakui rata-rata biaya logistik Indonesia masih kalah efisien dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya. Pelabuhan digital sangat dibutuhkan.


Saat ini rata-rata biaya logistik di Indonesia mencapai 25% dari produk domestik bruto (PDB) atau lebih tinggi dibandingkan dengan Vietnam dan Malaysia.


Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi Wihana Kirana Jaya menuturkan bahwa angka tersebut lebih tinggi dari Vietnam dan Malaysia yang dapat mencapai 13%--15% dari PDB. Semakin tinggi struktur biaya logistik terhadap porsi PDB menandakan biaya logistik di suatu negara makin tidak efisien.


"Kita bayangkan Indonesia akan menjadi posisi 6 PDB terbesar di dunia pada 2030. Pelabuhan suka tak suka harus mengembangkan diri," terangnya dalam Dialog Strategis Revolusi Industri 4.0 Industri Pelabuhan dan Pelayaran di Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).


Menurutnya, berdasarkan berbagai indikator makro seperti logistic performance index, dwelling time masih kalah dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan lain di dunia terutama dari Eropa.


Dengan demikian jelasnya, pelabuhan yang mengadopsi industri 4.0 sangatlah dibutuhkan. Implementasi Internet of things (IoT), big data, dan robotics itu harus dimulai dengan hal yang mendasar.


"Bagaimana membangun ekosisitem berbasis digital, sejauh mana regulator berubah, industri, akademisi, pelaku bisnis, harus bagaimana, kita tidak bisa lagi silo-silo [masing-masing] lagi persaingan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan Kemenhub logistik
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top