Multi Inti Transport Fokus Bidik Pelanggan Korporat

Kebutuhan masyarakat terhadap transportasi baik untuk perorangan maupun korporasi membuat bisnis transportasi terus mengalami peningkatan. Apalagi, dengan kehadiran taksi online membuat persaingan di bisnis transportasi semakin ketat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  15:10 WIB
Multi Inti Transport Fokus Bidik Pelanggan Korporat
CEO MIT Lina Hardi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan masyarakat terhadap transportasi baik untuk perorangan maupun korporasi membuat bisnis transportasi terus mengalami peningkatan. Apalagi, dengan kehadiran taksi online membuat persaingan di bisnis transportasi semakin ketat.  

Menyadari hal tersebut PT Multi Inti Transport (MIT), anak perusahaan MIS Group, hadir memberikan solusi untuk melayani kebutuhan transportasi premium untuk korporasi, baik berupa sewa kendaraan dinas, layanan pengemudi, maupun Antar Jemput Karyawan (AJK) berskala nasional.  

“Kami menyediakan berbagai pilihan sewa kendaraan seperti Mercedes Benz, Toyota Alphard, Kijang Innova, Avanza, Terios, Xenia, Granmax, dan beragam kendaraan lain sesuai kebutuhan korporasi,” ujar CEO MIT Lina Hardi, Kamis.  

Dia menambahkan,  sebagai perusahaan yang sedang tumbuh, MIT terus berinovasi mengembangkan produk dan layanannya. Perusahaan yang didirikan sejak 2011 ini juga menyediakan layanan transportasi pariwisata, yaitu Bus Kalimaya sebagai bus premium yang melayani kebutuhan ke berbagai destinasi wisata.  

Selain itu, untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan, MIT menghadirkan inovasi layanan transportasi berbasis teknologi bernama MIT Solution Center (MIT SolCen). MIT SolCen merupakan media komunikasi terdepan yang siap 24 jam setiap hari di nomor 0818 891 939 untuk memberikan layanan servis, emergency, asuransi, informasi sewa unit, dan kebutuhan terkait lainnya.  

Menurut Lina, segmen pasar yang dibidik adalah korporasi yang memberikan kontribusi sekitar 80% terhadap pendapatan PT MIT. Beberapa pelanggan korporasi PT MIT berasal dari perusahaan farmasi, FMCG, perbankan, logistik, manufaktur, dan lain-lain. "Kami akan terus memperbesar pasar korporasi dengan cara menggali potensi yang sudah ada dan membidik sektor baru lainnya seperti perusahaan PMA (kontraktor asing), finance company, dan lain-lain," tutur Lina.  

Dalam bersaing menurut Lina, strategi MIT selalu menghindari perang harga. MIT akan menerapkan strategi dengan memanfaatkan mapping data perusahaan-perusahaan yang memiliki harga sewa yang bagus, misalnya perusahaan FMCG dan manufacturing asing.  

Selain itu, MIT juga bersiap memanfaatkan digital marketing, dengan tenaga sales dan marketing yang berpengalaman, di mana mereka tahu benar kondisi pasar. "Kami memadukan kecanggihan teknologi dengan SDM yang mumpuni dengan orientasi service excellence," tambah Lina.  

Strategi lain, setelah memiliki Pool Cikande, yang khusus untuk menggarap pelanggan di kawasan barat Jakarta seperti Tangerang, Cilegon, dan Serang, tahun ini ditargetkan akan menambah satu pool di timur Jakarta untuk menggarap potensi pasar di Cikarang, Cibitung, Purwakarta, dan Cikampek.  

Untuk mendukung pengembangan pasar, MIT akan terus menambah jumlah armada. Rencana tahun ini dengan investasi sekitar Rp170-Rp200 miliar ditargetkan MIT mengoperasikan 500 unit passenger car dari berbagai tipe/merek dan 30-35 unit bus. Hingga akhir tahun lalu MIT telah memiliki sekitar 79 armada passenger car dan 16 unit bus.  

Meskipun kontribusi pendapatan terbesar, yakni 80% berasal dari segmen market B to B, menurut Lina, bukan berarti MIT tidak menggarap segmen B to C. Segmen ini tetap digarap mengingat pasarnya bagus dan pendapatannya lebih tinggi. "Segmen B to C justru bisa mendongkrak revenue, di mana pendapatannya berasal dari sewa harian," ungkap Lina.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bus

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top