Bisnis Gedung Kantor Hadapi Masa Berat

Bisnis gedung perkantoran diproyeksikan akan berjalan stagnan, bahkan di beberapa lokasi harga sewa pun terkoreksi. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi pengembang.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  18:40 WIB
Bisnis Gedung Kantor Hadapi Masa Berat
Pembangunan properti residensial dan perkantoran di Jakarta Pusat - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis gedung perkantoran diproyeksikan akan berjalan stagnan, bahkan di beberapa lokasi harga sewa pun terkoreksi. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi pengembang.

Direktur Central Cipta Murdaya (CCM) Holding Karuna Murdaya mengatakan proyek gedung perkantoran yang baru memang tidak mudah terisi melihat kondisi pasar saat ini yang sudah kelebihan pasokan.

"Proyek baru tidak gampang terisi, kecuali jika harga sewa yang ditawarkan sangat rendah, berbeda dengan 3 sampai 4 tahun lalu ketika pasar kantor sedang panas," kata Karuna kepada Bisnis, Kamis (28/2/2019).

Dia memaparkan, saat ini, gedung World Trade Center (WTC) 3 dengan luas bangunan 69.000 m2, yang baru saja beroperasi telah terhuni lebih dari 50% pada akhir 2018. Sementara, secara keseluruhan, tngkat okupansi WTC telah mencapai 90%.

Ke depan, kata Karuna, WTC 3 dilengkapi dengan coworking space 'Spaces' yang baru saja melakukan soft opening, sejumlah restauran, dan Kemchicks yang akan segera di buka di area basement.

WTC 3 merupakan salah satu di antara 6 gedung perkantoran WTC seluas 8 hektare. Proyek ini merupakan join venture CCM bersama dengan Hongkong Land, dan membentuk perusahaan patungan PT Jakarta Land dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50:50.

Murdaya menambahkan, daripada menawarkan dengan harga sewa yang murah, pengembang gedung mahal yang memiliki funding kuat akan menunggu sampai situasi pasar membaik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perkantoran

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup