Kementerian ESDM Apresiasi Program Pengembangan Kopi Buli Binaan Antam

Program pengembangan kopi Buli oleh masyarakat Halmahera Timur oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  10:02 WIB
Kementerian ESDM Apresiasi Program Pengembangan Kopi Buli Binaan Antam
Dirjen Minerba, Bambang Gatot Ariyono mencicipi kopi Halmahera binaan Antam

Bisnis.com, JAKARTA -- Program pengembangan kopi Buli oleh masyarakat Halmahera Timur oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kopi Buli, atau lebih dikenal sebagai kopi Halmahera, adalah hasil pengembangan kopi robusta yang diinisiasi oleh Antam dan masyarakat Halmahera Timur, Maluku Utara pada 2017. Ini merupakan program satu-satunya di wilayah itu.

Dalam sambutannya di Festival Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Halmahera Timur, Selasa (26/2/2019), Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan pelaksanaan program PPM oleh perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) telah diatur dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.

"Ada delapan bidang kegiatan PPM dan salah satunya adalah kemandirian ekonomi dan pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat," tuturnya seperti disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (27/2).

Bambang menilai Antam sudah melaksanakan hal ini. Dia juga berharap implementasi program lainnya diharapkan dapat berjalan dengan baik.

Bambang hadir di sela-sela peresmian BBM Satu Harga di Bicoli, Halmahera Timur.

Pengembangan kopi Buli dikelola oleh Rumah Produksi Kopi, Koperasi Permata Buli. Ketua Koperasi Permata Buli Eko Budi Santoso mengungkapkan kelompoknya mengawali program tersebut pada 2017.

"Kami menanam kopi dan pala dalam program ini, tapi memang kopi akhirnya lebih dikenal masyarakat," terangnya.

Pada 2017, dari 113.000 bibit kopi yang ditanam di lahan seluas 89 hektare (ha), kelompok tersebut mampu memanen 39 kilogram (kg) kopi. Setahun kemudian, bijih kopi yang dipanen melonjak 517% menjadi 241 kg.

Saat ini, pohon kopi yang dimiliki sudah sebanyak 88.392 pohon dan ada 166 petani kopi yang mengelolanya.

"Permintaannya cukup tinggi di Ternate. Kami masih mempunyai banyak peluang untuk memenuhi pasar," lanjut Eko.

Untuk saat ini, hasil produksi masih dikonsumsi sendiri dan dijual secara lokal di Halmahera Timur.

Sementara itu, Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo menyatakan program pengembangan kopi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Selain di sektor perkebunan, perseroan mempunyai program serupa di sektor peternakan, perdagangan, dan lingkungan hidup.

Dalam kesempatan ini, Bambang juga meresmikan fasilitas olahraga berupa tribun sepak bola berkapasitas 500 orang di Lapangan Sepak Bola Fermento. Fasilitas itu juga termasuk dalam program pengembangan masyarakat Antam melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antam

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup