Rakornas Kementerian Pariwisata Fokus Bahas Digital dan Milenial

Program Go Digital menjadi salah satu program strategis Kemenpar dalam upaya menenangkan pasar di era Industri 4.0.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  10:50 WIB
Rakornas Kementerian Pariwisata Fokus Bahas Digital dan Milenial
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional IV PHRI, di Jakarta, Senin (11/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA —Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I tahun 2019 sebagai upaya menyinergikan seluruh kekuatan kepariwisataan nasional dalam mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara tahun ini. 

Hal itu dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia pariwisata agar dapat memenangkan kompetisi global di era industri 4.0. Tema yang diangkat dalam Rakornas yakni Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0 Transforming Tourism HR to Win The Global Competititon in The Industry 4.0 Era

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan program Go Digital menjadi salah satu program strategis Kemenpar dalam upaya menenangkan pasar di era Industri 4.0. 

"Suka atau tak suka sudah terjadi perubahan perilaku pasar. Semua telah bergeser ke arah digital dan saat ini industri telah bergeser ke arah industri digital era 4.0," ujarnya, Kamis (28/2). 

Perubahan perilaku pasar diikuti pula dengan berubahnya perilaku konsumen yang semakin mobile, personal, dan interatif dan ini menjadi sifat dari digital yakni semakin digital semakin personal. 

Dalam industri pariwisata perubahan customer behavior itu terlihat ketika search and share 70% sudah melalui digital. Industri travel agent sudah tak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata.  

"Semua sudah berubah dengan digital. Tagline, the more digital, the more personal. The more digital, the more professsional. The more digital, the more global," katanya. 

Arief menambahkan perubahan perilaku konsumen yang mempengaruhi pasar itu digerakkan oleh kaum milenial. Hal ini sejalan dengan semangat Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa kaum milenial adalah masa depan Indonesia. 

Milenial cenderung selalu berperilaku dengan basis digital, mobile, interatif yang kini jumlahnya mencapai 50% dari jumlah wisman inbound ke Indonesia.

Maka siapapun yang menguasai kaum muda dialah yang berpotensi memenangkan pasar masa depan. 

Dalam rakornas ini akan ditandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dengan berbagai pihak dalam rangka penguatan penetrasi pasar pariwisata Indonesia lewat digital serta launching Program One GM One SMK. 

Program ini merupakan implementasi dari program 3C yaitu curriculum, certification, dan centre of execellence dan implementasi SMK revitalisasi sesuai dengan Inpres nomer 9 tahun 2016 untuk meningkatkan standar sesuai dengan kebutuhan industri dengan menambah SDM guru berasal dari industri dan praktisi. 

"Dalam program ini asosiasi SMK pariwisata akan bekerja sama denga  1.200 GM hotel yang tergabung dalam asosiasi profesi pariwisata yang ikut serta mengembangkan SMK. Pariwisata di seluruh Indonesia baik sebagai guru/trainer, pembina dan fasilitator untuk menciptakan SDM pariwisata yang siap menyambut erq revolusi Industri 4.0," tutur Arief. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup