Menko Darmin Naikkan Target Peremajaan Pohon Karet 10 Kali Lipat

Menko Darmin Naikkan Target Peremajaan Pohon Karet 10 Kali Lipat
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  01:59 WIB
Menko Darmin Naikkan Target Peremajaan Pohon Karet 10 Kali Lipat
Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7). - ANTARA/Abriawan Abhe

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berencana menambah alokasi peremajaan pohon karet dari 5.000 ha/tahun menjadi 50.000 ha/tahun.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pihaknya akan mendorong supaya peremajaan karet dapat meningkat sampai 50.000/ha/tahun. Pasalnya dari lahan kebun karet seluas 3,6 juta hektare lebih dari separuhnya sudah memasuki usia tidak produktif.

"Sebelumnya itu cuma 5.000 hektare ke depan setahun akan dorong 50.000 hektare itu pun belum banyak dibandingkan dengan Thailand yang minimal 65.000 hektare setahun.
Luas kebun karet 3,6 juta hektare rata-rata lebih dari 25 tahun atau jeleknya 30 tahun. Kalau target peremajaan karet seleai 30 tahun harus berani remajakan 125.000 hektare setahun," katanya pada Senin (25/2).

Menurut Darmin target peremajaan meloncat jadi 50.0000 hektare memang kelihatannya besar. Tapi kondisi itu perlu dipaksakan untuk menolong petani. Pasalnya kalau terus stagnan dengan meremajakan 10.000 hektare, kebun karet baru akan selesai peremajaan 360 tahum lagi.

Adapun APBN hanya bisa mebiayai peremajaan untuk kebun seluas 6.000 hektare. Sementara untuk sisanya, Menko Darmin akan mengajak pengusaha kayu untuk membeli kayu log karet yang akan ditebang.

"Kita duduk dengan kawan pengusaha. kita minta mereka survey kebun satu hektare mereka berani bayar berapa. Kita sudah berdiskusi panjang lebar. Tapi menolak untuk borongan karena harga akan murah. Dengan kerjasama ini biaya peremajaan sebagian besar akan tertutup," katanya.

Lebih lanjut Darmin menjelaskan biaya peremajaan karet tidak ubahnya biaya peremajaan kelapa sawit yakni berkisar di Rp60 juta/ha - Rp70 juta/ha untuk 550 pohon. Setelah itu dia minta agar petani mengurus legalitas lahan agar jelas status hukumnya.

Sementara berdasarkan data Ditjenbun Kementan alokasi anggaran untuk peremajaan karet 2019 ditetapkan 5.210 hektare senilai Rp37,29 milliar ditambah perluasan 800 hektare dengan alokasi anggaran Rp8,19 milliar. Target tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun ini yang peremajaanya hanya 2.090 hektare ditambah intensifikasi 3.170 hektare.
 
 
 
Tandai dibaca 

Pandu Gumilar <pandugumilar90@gmail.com>
Sen 25/02/2019 20:09
 
 
Kemenko Naikkan Target Peremajaan 10 Kali Lipat
BI/AGRIBISNIS 
25/2/2019
Pandu Gumilar 
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berencana menambah alokasi peremajaan pohon karet dari 5.000 ha/tahun menjadi 50.000 ha/tahun.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pihaknya akan mendorong supaya peremajaan karet dapat meningkat sampai 50.000/ha. Pasalnya dari lahan kebun karet seluas 3,6 juta hektare lebih dsri separuhnya sudah memasuki usia tidak produktif.

"Sebelumnya itu cuma 5.000 hektare ke depan setahun akan dorong 50.000 ha itu pun belum banyak dibandingkan dengan Thailand yang minimal 65.000 setahun.
Luas kebun karet 3,6 juta hektare rata-rata lebih dari 25 tahun atau jeleknya 30 tahun. Kalau target peremajaan karet seleai 30 tahun harus berani remajakan 125.000 hektare setahun," katanya pada Senin (25/2).

Menurut Darmin target peremajaan meloncat jadi 50.0000 hektare memang kelihatannya besar. Tapi kondisi itu perlu dipaksakan untuk menolong petani. Pasalnya kalau terus stagnan dengan meremajakan 10.000 hektare, kebun karet baru akan selesai peremajaan 360 tahum lagi.

Adapun APBN hanya bisa mebiayai peremajaan untuk kebun seluas 6.000 hektare. Sementara untuk sisanya, Menko Darmin akan mengajak pengusaha kayu untuk membeli kayu log karet yang akan ditebang.

"Kita duduk dengan kawan pengusaha. kita minta mereka survey kebun satu hektare mereka berani bayar berapa. Kita sudah berdiskusi panjang lebar. Tapi menolak untuk borongan karena harga akan murah. Dengan kerjasama ini biaya peremajaan sebagian besar akan tertutup," katanya l.ga bisa harga murahm kita gitung log sebagian basar akan ketutup.

Lebih lanjut Darmin menjelaskan biaya peremajaan karet tidak ubahnya biaya peremajaan kelapa sawit yakni berkisar di Rp60 juta/ha - Rp70 juta/ha untuk 550 pohon. Setelah itu dia minta agar petani mengurus legalitas lahan agar jelas status hukumnya.

Sementara berdasarkan data Ditjenbun Kementan alokasi anggaran untuk peremajaan karet 2019 ditetapkan 5.210 hektare senilai Rp37,29 milliar ditambah perluasan 800 hektare dengan alokasi anggaran Rp8,19 milliar. Target tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun ini yang peremajaanya hanya 2.090 hektare ditambah intensifikasi 3.170 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top