Sinar Mas Land Siapkan Kawasan Digital di Batam

Pengembang properti Sinar Mas Land bekerjasama dengan Citramas Group untuk membangun kawasan International Digital Business and Services atau kawasan ekonomi digital di Nongsa, Batam.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  17:27 WIB
Sinar Mas Land Siapkan Kawasan Digital di Batam
(Kiri kanan) Marco Bardelli (Direktur PT Taman Resor Internet) bersama dengan Michael Wiluan (Presiden Direktur PT Taman Resor Internet), Michael Widjaja (Group CEO Sinar Mas Land) Steven Japari (Direktur PT AFP Dwi Lestari) menandatangani perjanjian kerjasama joint venture antara PT AFP Dwilestari dan PT Taman Resor Internet untuk membangun kawasan Digital dan komersial di Nongsa, Batam.

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang properti Sinar Mas Land bekerjasama dengan Citramas Group untuk membangun kawasan International Digital Business and Services atau kawasan ekonomi digital di Nongsa, Batam.

Area ini akan dikembangkan sebagai ‘Jembatan Digital’ yang menghubungkan Indonesia dan Singapura juga sebagai kawasan ekonomi digital untuk menarik perhatian perusahaan-perusahaan digital dan teknologi domestik maupun internasional.

Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja menyebutkan, total investasi untuk kerja sama pengembangan proyek Kawasan Ekonomi Digital ini adalah sebesar Rp350 miliar.

“Potensi ini dilihat sebagai sebuah kesempatan yang bagus dalam mendorong ekonomi digital sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan. Untuk pembangunan proyek akan dimulai pada kuartal III/2019,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/2/2019).

Sinar Mas Land, melalui PT AFP Dwilestari, dan Citramas Group, melalui PT Taman Resor Internet, akan mengembangkan wilayah seluas 8 hektare di kawasan Nongsa untuk jangka waktu satu dekade ke depan.

Adapun, komposisi kepemilikan saham di proyek ini adalah Sinar Mas Land sebesar 50% dan Citramas Group sebesar 50%.

“Lokasi strategis Nongsa dapat diakses dalam 30 menit dari Singapura dengan menggunakan kapal ferry dan 15 menit dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Hal ini menjadi pertimbangan bagi kami untuk mengembangkan kawasan bisnis digital,” imbuh Michael.

Kelebihan itu dinilai kedua perusahaan, menarik para pelaku industri digital yang menginginkan lokasi yang dekat dengan Singapura, serta ketersediaan para pekerja teknologi digital dengan harga yang kompetitif. Pembangunan ini akan membantu perkembangan ekonomi digital di Batam dan akan membuka sekitar 2.000 lapangan kerja baru.

“Kawasan ini akan dilengkapi dengan perkantoran dan area penunjang lainnya seperti pusat perbelanjaan, pusat pelatihan digital, sekolah, rumah susun, rumah sakit untuk mendukung kebutuhan hidup masyarakat dan pekerja. Namun, baik Sinar Mas Land maupun Citramas Group sebelumnya sudah mengembangkan beberapa fasilitas di sekitar area Nongsa,” paparnya.

Sinar Mas Land melalui kawasan Nuvasa Bay di Nongsa akan menjadi kota mandiri bertaraf Internasional terbesar di Batam dengan lahan seluas 228 hektare. Nuvasa Bay memiliki pemandangan langsung ke Singapura serta memiliki garis pantai sepanjang 1,2 km.

Selain itu, Sinar Mas Land juga telah meluncurkan The Nove, pengembangan eksklusif seluas 5 hektare di dalam Nuvasa Bay. The Nove terdiri atas 6,000 unit perumahan dan kondominium dengan pemandangan langsung ke Singapura, laut, pantai, danau dan lapangan golf.

“The Nove didesain oleh arsitek terkenal Jason Pomeroy yang sukses membawa pengembangan ini untuk memenangkan ‘Batam’s Best New Apartment’,” sambung Michael.

Sinar Mas Land sudah dikenal di Batam sejak 1995, ketika perusahaan tersebut mengembangkan kawasan perumahan residensial premium bernama Taman Dutamas di area pusat kota dengan luas sebesar 58 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sinar mas land, rumah digital

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup