Inaca : Implementasi E-logistic Kargo Udara Belum Komprehensif

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) mengakui implementasi e-logistic nasional khususnya kargo udara saat ini belum komprehensif.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  20:53 WIB
Inaca : Implementasi E-logistic Kargo Udara Belum Komprehensif
Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang juga Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara Danadiputra (kedua kiri), Sekjen Tengku Burhanuddin (kiri), Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah (kedua kanan) dan Dirut Lion Air Rudy Lumingkewas (kanan) memberi keterangan pers terkait penerapan tarif batas atas dan tarif bawah pada maskapai penerbangan di Jakarta, Minggu (13/1/2019). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) mengakui implementasi e-logistic nasional khususnya kargo udara saat ini belum komprehensif.

Ketua Umum INACA IGN Askhara Danadiputra mengatakan informasi yang diberikan terkait dengan proses pengiriman menggunakan kargo udara memang belum sepenuhnya transparan. Misalnya masih ada tahapan pengiriman di dalam kargo bandara yang belum bisa dilaporkan kepada pengguna jasa.

"Saat ini prakteknya belum komprehensif dan belum terintegrasi," kata pria yang akrab disapa Ari Askhara, Senin (25/2/2019).

Dia menambahkan perlu adanya integrasi antara maskapai dan jasa pengiriman, khususnya yang sudah memiliki infrastruktur berbasis daring. Diharapkan, informasi yang didapatkan oleh pengguna terkait dengan status barangnya lebih lengkap.

Selama ini, lanjutnya, jasa pengiriman berbasis daring mampu memberikan informasi kepada pengguna dalam bentuk peta perjalanan barang tersebut dan estimasi waktu sebagai nilai tambah. Apabila bekerja sama dengan maskapai, akan ada informasi tambahan yang diberikan mencakup status barang saat berada di bandara.

"Informasi status barang, seperti sudah di gudang Lini 1 atau Lini 2 bandara, ini hanya dimiliki oleh maskapai. Dengan integrasi, maka informasi yang diberikan lebih lengkap dan layanan juga semakin luas dan cepat," ujarnya.

Ari menyebut implementasi integrasi logistik ini mencakup maskapai yang memiliki rute yang banyak di wilayah Indonesia dengan perusahaan pengiriman yang tidak hanya memiliki cakupan area pengiriman yang luas, melainkan sampai ke pelosok daerah. Selain itu, juga mampu menjemput dan mengantar barang sampai ke tangan penerima secara langsung dan dalam waktu singkat.

Melalui sistem berbasis daring, lanjutnya, pengguna bisa memanfaatkan layanan pengiriman dari tempat manapun dan waktu kapanpun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inaca

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup