Kontribusi Industri Pengolahan Nonmigas di Luar Jawa Ditarget Naik 60%

Pemerintah targetkan peningkatan kontribusi industri pengolahan nonmigas di luar Jawa hingga 60%. Hal tersebut didorong oleh pembangunan dan pengoperasian kawasan industri di luar Jawa.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  22:00 WIB
Kontribusi Industri Pengolahan Nonmigas di Luar Jawa Ditarget Naik 60%
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko melakukan tes drive usai prosesi penyerahan mobil hybrid dan mobil listrik kepada pemerintah Indonesia di Jakarta, Senin (26/2). Mitsubishi Motors memberikan 8 unit Mitsubishi Outlander PHEV model SUV plug-in Hybrid, 2 unit mobil listrik i-MiEV dan 4 unit quick charger kepada pemerintah indonesia untuk pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah targetkan peningkatan kontribusi industri pengolahan nonmigas di luar Jawa hingga 60%. Hal tersebut didorong oleh pembangunan dan pengoperasian kawasan industri di luar Jawa.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan pembangunan kawasan indutsri di luar Jawa terus diakselerasi untuk mendorong perekonomian yang inklusif. Pengembangan industri di luar Jawa pun menurut Airlangga sejalan dengan amanat presiden.

Kementerian Perindustrian mencatat dalam rentang 2015–2018 terdapat 13 kawasan industri (KI) yang telah dibangun. Dari jumlah tersebut, per 31 Januari 2019 sebanyak 3 KI masih berada dalam tahap konstruksi.

Airlangga menjelaskan pengembangan kawasan industri baru di luar Jawa akan diarahkan pada sektor berbasis sumber daya alam. Potensi yang melimpah serta penerapan kebijakan hilirisasi membuat pemerintah optimistis kinerja industr di luar Jawa dapat didongkrak.

"Kami memproyeksi akan terjadi peningkatan kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas di luar Jawa sebesar 60% dibandingkan di Jawa," ujar Airlangga, Minggu (24/02/2019) dalam keterangan resmi.

Dia menjelaskan, di wilayah Indonesia Timur dalam kurun 2015–2017 telah beroperasi kawasan industri Morowali dan Palu di SUlawesi Tengah, Bantaeng di Sulawesi Selatan, serta Konawe di Sulawesi Tenggara. Adapun kawasan indutsri Bitung, Sulawesi Utara tengah dikebut pembangunannya dan ditargetkan beroperasi tahun ini.

Pemerintah pun, ujar Airlangga, akan mengakselerasi pembangunan kawasan industri Teluk Bintuni di Papua Barat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Kawasan industri Teluk Bintuni akan difokuskan untuk pengembangan industri petrokimia. Apalagi juga menjadi proyek strategis nasional," imbuhnya.

Dia pun menjelaskan bahwa wilayah Papua berpotensi untuk dikembangkan industri turunan dari komoditas tambang. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa pemerintah akan mendorong tumbuhnya industri pengolahan kopi, sagu, dan buah merah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
airlangga hartarto

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top