Sebab TV Premium Masih Berpotensi Tumbuh

Pabrikan televisi meyakini produk light emitting diode (LED) segmen premium di Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh positif.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  14:32 WIB
Sebab TV Premium Masih Berpotensi Tumbuh
QLED TV. - SAMSUNG

Bisnis.com, JAKARTA--Pabrikan televisi meyakini produk light emitting diode (LED) segmen premium di Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh positif.

Pasar 4K UHD LED TV, yang masuk ke segmen premium, mengalami peningkatan setiap tahun sejak 2014. Pada 2019 diproyeksikan mencapai 260.000 unit dengan porsi 7% dari total penjualan televisi.

Ubay Bayanudin, Senior Product Marketing Manager TV and Audio Visual Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa demografi serta kebiasaan para pengguna televisi di dalam negeri mulai bergeser ke arah yang lebih premium. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi konsumen kelas menengah.

"Di samping itu, tren televisi berukuran besar atau big screen juga menunjukkan peningkatan. Ini adalah peluang pasar untuk Samsung QLED TV dengan segala kelebihan yang kami tawarkan," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Pada April tahun lalu, Samsung memperkenalkan rangkaian produk premium QLED TV di Indonesia dengan ukuran mulai dari 49 inch hingga 88 inch. Rangkain produk tersebut dilengkapi dengan fitur ambient mode, one invisible connection, dan SmartThings Apps untuk menyatukan televisi dengan interior rumah dan terkoneksi dengan smartphone dan digital appliances.

Produk QLED TV Samsung yang diluncurkan pada tahun lalu tersebut dipasarkan dengan ukuran 49 inch hingga 88 inch. Ubay menuturkan pada tahun ini, Samsung bakal memperkenalkan rangkaian televisi terbaru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penikmat visual entertainment.

"Samsung selalu berkomitmen untuk menghadirkan variasi produk yang dapat menjawab kebutuhan berbagai segmen masyarakat, dengan menghadirkan HD TV, Full HD TV, UHD TV, dan QLED TV dalam berbagai ukuran," ujar Ubay.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tv

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top