Semangat Perdamaian dari Petani di Tengah Hiruk Pikuk Pilpres 2019

Petani harus menjadi aktor penting penjaga kekokohan dan pereda ketegangan bangsa, dengan meniupkan semangat gotong royong sambung keperluan.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  18:11 WIB
Semangat Perdamaian dari Petani di Tengah Hiruk Pikuk Pilpres 2019
Petani memanen padi di areal persawahan kawasan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). Petani harus mampu menjadi penjaga kekokohan dan pereda ketegangan bangsa. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -  Di tengah isu besar pemilihan presiden 2019, adu kampanye, dan beredarnya informasi hoaks dan kampanye hitam, komunitas petani menyampaikan salam dan semangat perdamaian untuk bangsa.

Para petani yang tergabung dalam Gerakan Petani Nusantara (GPN) meniupkan semangat gotong royong sambung keperluan dan cita-cita petani menjadi pemersatu bangsa.

Hal itu diungkapkan Hermanu Triwidodo, ketua umum Gerakan Petani Nusantara (GPN) saat pembukaan Musyawarah Nasional Tahun 2019, di Desa Karanggebang, Jetis, Kulonprogo, Jumat (22/2/2019).

"Petani harus menjadi aktor penting penjaga kekokohan bangsa. Dengan semua welas asih yang dimilikinya, petani dapat menjadi pereda ketegangan dan perpecahan. " ujar Hermanu dalam keterangan resminya.

Para petani yang tergabung dalam GPN menyatakan terus berupaya memupuk tali persaudaraan dan silatirahmi dengan semu petani di Nusantara. 

Sekitar 200 petani perwakilan provinsi jawa tengah, jawa barat, DIY, Jawa Timur dan NTB disebutkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Hermanu, sehari-hari berprofesi sebagai staf pengajar di Institut Pertanian Bogor, menegaskan dengan persaudaraan yang kuat diantara petani dengan dilatari sikap saling berbagi dan menjaga satu sama lain, proses peningkatan produksi menjadi mudah. Lebih dari itu, cita-cita mencapai kemuliaan dan kedaulatan petani diyakini akan lebih mudah tercapai.

GPN juga menekankan perlunya diperkuat kemunculan petani muda sebagai pemimpin petani masa depan. "Petani muda akan jadi harapan dan tumpuan pembangunan pertanian dan Indonesia ke depan" tegas Hermanu.

Berdasar penelusuran di jejaring Linkedin, Hermanu tercatat sebagai Sarjana Pertanian, Bidang Keahlian Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB Bogor. Ia juga tercatat sebagai peraih gelar Doctor of Philosophy, bidang Keahlian Entomologi, dari University of Wisconsin – Madison, USA, lulus tahun 1993.

Sedangkan menurut informasi di blog GPN disebutkan bahwa organisasi ini dideklarasikan pada 21 Januari 2016 di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
petani

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup