Pengolahan Limbah Elektronik Potensial Digarap

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai perangkat elektronik merupakan salah satu komoditas yang potensial untuk didorong pengolahan limbahnya dalam penerapan circular economy.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  06:00 WIB
Pengolahan Limbah Elektronik Potensial Digarap
Limbah elektronik. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai perangkat elektronik merupakan salah satu komoditas yang potensial untuk didorong pengolahan limbahnya dalam penerapan circular economy.

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam Rakernas Gerakan Indonesia Bersih yang digelar di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis (21/02/2019). Airlangga menjelaskan bahwa penerapan circular economy merupakan salah satu butir kebijakan dari pengembangan industri 4.0.

Circular Economy merupakan sistem ekonomi ramah lingkungan. Konsep sistem ini adalah mempertahankan nilai sebuah produk agar dapat digunakan berulang-ulang tanpa menghasilkan sampah melalui cara mendaur ulang (recycling), dan penggunaan kembali (reuse).

Dia menjelaskan, pengolahan limbah industri penting untuk dilakukan sebagai bagian dari penerapan circular economy. Airlangga menjelaskan, setidaknya terdapat sembilan komoditas yang potensial untuk diolah limbahnya, di antaranya limbah elektronik.

"Komoditas-komoditas yang seterusnya menjadi tren di dunia [untuk diolah limbahnya] itu elektronik, sekarang sedang didesain oleh salah satu produsen handphone, generasi selanjutnya dari handphone itu ditargetkan menggunakan recycle material dari handphone itu sendiri," ujar Airlangga, Kamis (21/2/2019).

Dia menilai pengolahan tersebut penting seiring dengan bertambah banyaknya handphone yang akan disertai peningkatan limbahnya.

Dengan konsep circular economy yang memungkinkan sebuah produk telah digunakan konsumen itu untuk didaur ulang kembali, akan meningkatkan daya saing manufaktur di masa depan.

"Upaya yang dapat dilakukan, di antaranya melalui efisiensi penggunaan sumber daya, penerapan teknologi rendah karbon, penerapan 3R hingga 5R, minimisasi limbah, dan menurunkan emisi gas rumah kaca [GRK]," imbuhnya.

Dalam konsep ekonomi lestari, 3R mencakup reduce, reuse, dan recycle. Adapun 5R meliputi reduce, reuse, recycle, replace, dan replant.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri elektronik, Ekonomi Ramah Lingkungan

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top