PNBP Ikut Turun, Penerimaan Negara Penuh Risiko

Selain pertumbuhan penerimaan pajak nonmigas, kinerja penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang moncer tahun lalu juga menunjukkan koreksi.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  01:43 WIB
PNBP Ikut Turun, Penerimaan Negara Penuh Risiko
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Selain pertumbuhan penerimaan pajak nonmigas, kinerja penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang moncer tahun lalu juga menunjukkan koreksi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kondisi  perekonomian global yang turun, salah satunya adalah karena turunnya harga komoditas, termasuk migas di dalamnya mempengaruhi kinerja PNBP.

“Risiko global ke APBN, perekonomian juga mulai melemah di banyak negara, masuk melalui kurs dan harga miyak, termasuk peforma ekspor kita. Tetapi pajak kinerjanya baik dan momentumnya masih terjaga,” jelasnya di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Data Kementerian Keuangan menunjukan, realisasi PNBP Januari lalu mencapai Rp18,3 triliun atau turun 4,08% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp19,1 triliun.

Penurunan kinerja PNBP ini dipengaruhi oleh penurunan PNBP dari sektor minyak bumi yang mencapai 6,1% dari APBN 2019 atau  Rp7,3 triliun.  

Penurunan PNBP minyak bumi ini disebabkan oleh turunnya harga minyak, Januari tahun harga ICP tercatat sebesar US$56,5 per barel dan tahun lalu US$65,5 per barel.

Selain minyak bumi, penurunan kinerja dari sektor minyak bumi juga pengaruhi oleh PNBP lainnya yang juga mengalami pertumbuhan negatif sebesar 9,63% atau dari Rp9 triliun pada 2018 menjadi hanya Rp8,2 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pnbp, penerimaan negara

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top