Zona Penangkapan Ikan Natuna Utara akan Dikawal Ketat TNI AL

Pemerintah mempertegas kedaulatan Indonesia di salah satu wilayah pulau terluar yakni Pulau Natuna yang selama ini kerap dimasuki oleh pihak asing.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  19:28 WIB
Zona Penangkapan Ikan Natuna Utara akan Dikawal Ketat TNI AL
Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan. - Bisnis/Juli Etha Ramaida Manalu

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mempertegas kedaulatan Indonesia di salah satu wilayah pulau terluar yakni Pulau Natuna yang selama ini kerap dimasuki oleh pihak asing.

Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan menyebutkan saat ini pemerintah tengah merencanakan pengembangan wilayah penangkapan ikan di zona ekonomo eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah Natuna Utara dengan mengadirkan pengawalan dari TNI Angkatan Laut dalam aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan.

“Dengan demikian, tidak ada nanti negara yang mengklaim bahwa itu adalah traditional fishing zone-nya,” tegas Luhut dalam konferensi pers, Rabu (20/2/2018).

Selain kehadiran TNI, kegiatan penangkapan ikan di fishing zone ini juga akan diperkuat oleh kehadiran kapal tanker yang akan berfungsi memasok bahan bakar bagi para nelayan. Dengan demikian, kegiatan penangkapan ikan bisa berlangsung secara berkesinambungan dan nelayan tidak perlu kembali ke darat hanya untuk keperluan pengisian bahan bakar.

Di samping kehadiran TNI Angkatan laut dan kapal tanker, luhut menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas seperti pasar ikan, unit pengolahan ikan, gudang pendingin juga akan dikembangkan di lokasi tersebut.

“Kita buat terintegrasi sehingga mereka [nelayan] nyaman. Sampai kita berfikir untuk membuat asrama mereka di sana,” jelasnya.

Dengan upaya ini, diharapkan produksi perikanan Indonesia, khususnya di Natuna bisa mengalami peningkatan. Adapun program ini rencananya bisa berjalan pada kuartal III tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
natuna, kementerian kelautan dan perikanan, Luhut Pandjaitan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top