Kemen ESDM Sepakati Kerja Sama dengan Inggris Soal Energi Rendah Karbon

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Indonesia dengan Inggris di bidang Kerja Sama Pengembangan Energi Rendah Karbon bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, H.E. Moazzam Malik.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  14:38 WIB
Kemen ESDM Sepakati Kerja Sama dengan Inggris Soal Energi Rendah Karbon
Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Indonesia dengan Inggris di bidang Kerja Sama Pengembangan Energi Rendah Karbon bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, H.E. Moazzam Malik.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan dengan kerja sama ini, Inggris akan berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur energi terbarukan untuk skala kecil di Indonesia Timur yang diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi. 

"Inggris akan berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur energi terbarukan untuk skala kecil di Indonesia Timur, karena saya percaya meskipun dilakukan dalam skala kecil, hal itu merupakan upaya untuk mengurangi kemiskinan dan memicu pertumbuhan ekonomi," tuturnya, Rabu (20/2/2019).

Kerja sama antara Indonesia dengan Inggris ini, imbuh Ego, akan membantu pengembangan energi terbarukan di Indonesia, yang belakangan ini telah terdapat kemajuan yang cukup signifikan. 

Ego menyebut beberapa tahun belakangan, telah terdapat kemajuan dalam pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia. Hingga akhir 2018, kapasitas terpasang panas bumi sudah mencapai 1.948.5 MW, kapasitas terpasang dari PLTB Sidrap sebesar 75 MW, dan kontribusi dari Pembangkit Listrik Bioenergi adalah sekitar 1,858,5 MW. 

"Saat ini kita sedang mempersiapkan PLTB Jeneponto  dengan kapasitas 72 MW agar dapat segera beroperasi,"ungkapnya.

Ego pun menyampaikan bahwa pihaknya ingin kerja sama ini dapat memberikan output yang nyata, yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. 

Adapun garis besar kerja sama antara Indonesia dengan Inggris di bidang Pengembangan Energi Rendah Karbon ini adalah:
 
a. Program pengembangan EBT guna mendorong investasi sektor swasta dalam meningkatkan pangsa pembangkit energi terbarukan, dalam bentuk pilot project.
b. Bantuan teknis dalam fasilitasi pembiayaan infrastruktur energi terbarukan, dengan fokus pada Indonesia Timur.
c. Penyediaan infrastruktur energi terbarukan untuk skala kecil di Indonesia Timur.
d. Mendorong kerja sama internasional dan domestik untuk memfasilitasi transfer pengetahuan, inovasi dan praktik dalam pengembangan energi terbarukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi, energi terbarukan, emisi karbon

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top