JPMorgan: 'Langit Cerah' Bagi Pasar Negara Berkembang

Dengan meningkatnya harapan bahwa AS dan China akan menyelesaikan sengketa perdagangan mereka dan pelemahan dolar AS akan membuat Federal Reserve tetap bersikap dovish, prospek saham-saham di pasar negara berkembang tampak semakin cerah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  07:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Dengan meningkatnya harapan bahwa AS dan China akan menyelesaikan sengketa perdagangan mereka dan pelemahan dolar AS akan membuat Federal Reserve tetap bersikap dovish, prospek saham-saham di pasar negara berkembang tampak semakin cerah.

Itulah kesimpulan yang dicapai Manajemen Aset JPMorgan dalam laporan yang diterbitkan bulan ini, menambahkan bahwa pasar negara berkembang masih berada di pertengahan siklus, meskipun momentum ekonomi melambat secara global.

Poin lain yang menambah penilaian mereka adalah valuasi saham menjadi sangat menarik setelah gejolak pada tahun lalu.

"Kami mengantisipasi bahwa China akan melakukan apa saja untuk menyelesaikan ketegangan perdagangan dengan AS," tulis Richard Titherington, kepala investasi JPMorgan Asset untuk pasar negara berkembang dan saham Asia Pasifik.

Titherington mengatakan bahwa berkurangnya belanja modal, kepercayaan konsumen dan belanja ritel telah memberi China dorongan yang jauh lebih kuat untuk melakukannya.

“Jika itu terjadi, akan akan menjadi positif untuk pasar negara berkembang dan Asia Pasifik. Jika tidak, kami berharap China akan bergerak dengan pasti untuk merangsang ekonomi domestiknya," lanjutnya.

Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu kemungkinan akan membuat konsesi untuk membuka akses pasar untuk mobil dan jasa keuangan, serta menurunkan tarif impor untuk kendaraan dan produk konsumen, dan meningkatkan pembelian minyak, LNG dan produk pertanian, ungkapnya.

Dia melihat negara memegang garis pada sektor-sektor termasuk perangkat lunak dan perawatan kesehatan, meskipun resolusi tersebut dapat terhalang jika AS bernegosiasi dengan sangat agresif pada masalah-masalah sensitif seperti kekayaan intelektual.

Titherington mencatat bahwa fundamental telah membaik, dan sulit untuk melihat kinerja pendapatan pasar negara berkembang memburuk pada tahun 2019, kecuali jika ada resesi global, yang diprediksi JPMorgan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jpmorgan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top