Jokowi Minta Perbanyak Proporsi Guru Terampil di SMK

Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait untuk menambah jumlah guru praktik di SMK guna memaksimalkan keterampilan dan kapasitas siswa-siswanya.
Amanda Kusumawardhani | 12 Februari 2019 13:21 WIB
Sejumlah guru SMK melihat-lihat perkembangan teknologi otomotif di dalam mobil Daihatsu. - Istimewa/Daihatsu

Bisnis.com, DEPOK - Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait untuk menambah jumlah guru praktik di SMK guna memaksimalkan keterampilan dan kapasitas siswa-siswanya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, persentase guru yang khusus mengajarkan ilmu-ilmu praktik hanya 35% di SMK. Sebaliknya, guru yang mengajar ilmu-ilmu normatif jumlahnya mencapai 65% di SMK.

"Guru-guru harus di-upgrade, terutama yang berkaitan dengan kemampuan/skill khusus. Kemampuan guru-guru dalam melatih siswanya. Guru yang terampil harus lebih banyak dari guru normatif," ujarnya dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2019 di Depok, Selasa (12/2/2019).

Menurut Jokowi, upaya tersebut sesuai dengan komitmen pemerintah yang ingin fokus dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Khususnya, yang berkaitan dengan upaya untuk menyelesaikan persoalan kesenjangan antara suplai tenaga kerja terampil dengan kebutuhan dunia industri.

"Dan kita ingin pendidikan yang fokus pada keterampilan untuk bekerja sangat penting sekali. Tadi saya sudah sampaikan ada BLK [Balai Latihan Kerja] di pondok pesantren. Tahun ini kita akan keluarkan 1.000 yang mau kita evaluasi. Kita perbaiki, ditambah lagi jumlahnya," kata Jokowi.

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top