Pengeluaran Liburan Tahun Baru Imlek di China Tumbuh Melambat

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan China, warga China menghabiskan 1,01 triliun yuan (US$149 miliar) di restoran, pusat perbelanjaan dan outlet online selama liburan selama sepekan. Angka tersebut meningkat 8,5% dibandingkan periode perayaan tahun lalu, namun pertumbuhan tersebut merupakan yang terkecil sejak 2011.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Februari 2019  |  14:59 WIB
Pengeluaran Liburan Tahun Baru Imlek di China Tumbuh Melambat
Seorang pria melihat seorang anak laki-laki bermain di taman Badachu saat perayaan Festival Musim Semi menandai Tahun Baru Imlek di Beijing. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Tekanan pada konsumsi China masih bertahan selama musim liburan Tahun Baru Imlek, ketika warga China bepergian, berbelanja, dan memberikan hadiah atau uang setiap tahunnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan China, warga China menghabiskan 1,01 triliun yuan (US$149 miliar) di restoran, pusat perbelanjaan dan outlet online selama liburan selama sepekan. Angka tersebut meningkat 8,5% dibandingkan periode perayaan tahun lalu, namun pertumbuhan tersebut merupakan yang terkecil sejak 2011.

Konsumen China rasa takut kepada investor global, dengan turunnya pengeluaran yang memukul keuntungan perusahaan seperti Apple Inc., Swatch Group AG, dan produsen mobil mewah.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah, perang dagang dengan AS, dan tindakan keras terhadap hutang melemahkan momentum pada tahun 2018, menyeret angka penjualan mobil ke dalam kontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade tersebut, sedangkan laju pertumbuhan penjualan menjadi yang paling lambat sejak 2002.

Kepala ekonom China di Nomura Holding Inc, Lu Ting memperkirakan konsumsi dalam negeri kemungkinan akan lesu, menyusul penumpukan cepat utang rumah tangga sert prospek pertumbuhan pendapatan yang loyo di tengah perlambatan ekonomi dan sektor properti.

"Kami berharap pemerintah lebih bergantung pada investasi infrastruktur untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi mungkin butuh waktu untuk memulai proyek investasi infrastruktur," ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Berdasarkan laporan stasiun televisi CCTV, pengeluaran di lokasi wisata naik 8,2% menjadi 513,9 miliar yuan, mengutip data dari Kementerian Perdagangan. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan sebesar 12,6 persen tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan box office domestik meningkat 1% dibandingkan tahun 2018, menurut laporan The Paper yang mengutip statistik dari platform layanan tiket bioskop Alibaba Pictures.

Mereka yang masih berbelanja sebagian besar mengubah ke belanja online, dengan JD.com melaporkan lonjakan 43% di musim liburan dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan ponsel, komputer, dan peralatan rumah tangga berada di urutan teratas, sedangkan pembelian peralatan dapur dan furnitur juga melonjak, menurut data situs e-commerce terbesar kedua di China tersebut.

Pengeluaran belanja di kota-kota kecil melonjak 55% di situs belanja Tmall milik Alibaba Group Holding Ltd, lebih tinggi dibandinkan di kota-kota besar utama.

Sementara itu, berdasarkan data Alibaba, para wisatawan memilih Hong Kong, Thailand, dan Makau sebagai tujuan luar negeri utama mereka. AS menjadi tempat ketujuh yang paling populer, bahkan di tengah ketegangan perdagangan antar kedua negara.

Menurut kantor pariwisata Macau, pengunjung dari China daratan ke Makau mencapai hampir 900.000 selama liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan, naik 26% dari liburan tahun lalu. Pertumbuhan tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu.

Tahun Baru Imlek selama sepekan penuh biasanya jatuh antara akhir Januari hingga awal Januari tiap tahunnya. Selama liburan, ratusan juta orang melakukan perjalanan mengunjungi kerabat ke kota asal mereka atau pergi ke luar negeri. Liburan tahun ini jatuh pada tanggal 4-10 Februari, sedangkan di tahun 2018 jatuh pada 15-21 Februari 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tahun baru china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top