Menko Darmin Pegang Studi Tentang Sawit Dari IUCN

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima hasil studi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) perihal kelapa sawit.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  21:47 WIB
Menko Darmin Pegang Studi Tentang Sawit Dari IUCN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Kelapa Sawit dan Keanekaragaman Hayati di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima hasil studi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) perihal kelapa sawit.

Satuan Tugas Kelapa Sawit International Union for Conservation of Nature (IUCN) merampungkan analisis obyektif tentang dampak kelapa sawit terhadap keanekaragaman hayati secara global, serta menawarkan solusi untuk pelestarian lingkungan.  Hasil studi menyimpulkan bahwa komoditas minyak nabati lainnya membutuhkan lahan sembilan kali lebih besar dibandingkan kelapa sawit. 

Kepala Satgas Kelapa Sawit IUCN Erik Meijaard menyerahkan hasil studinya kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Menko Darmin pun menyambut baik hasil studi yang telah dilakukan oleh IUCN. 

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit, utamanya di Indonesia, fakta berbasis ilmiah seperti ini sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada publik, terkait pengembangan kelapa sawit di Indonesia,” ujar Menko Darmin Senin (4/2).

Di Indonesia, alokasi pemanfaatan lahan untuk menunjang kehidupan seluas 33% atau setara dengan 66 juta hektar dari total luas daratan Indonesia. Dari luasan tersebut, perkebunan kelapa sawit menjadi yang terluas dengan pemanfaatan sebesar 14 juta hektar, diikuti sawah yang menempati 7,1 juta hektar lahan, dan selebihnya pemukiman dan fasilitas publik lainnya. 

Menko Darmin lantas berpesan agar hal ini dilanjutkan oleh studi-studi lanjutan guna mendapatkan data dan informasi yang objektif berbasis ilmiah terkait komoditas kelapa sawit. 

"Studi ini hendaknya tetap menggunakan pendekatan target-target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), sebagai kerangka pembangunan berkelanjutan yang telah disepakati secara global," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kelapa sawit

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top