Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kopi Jawa Barat Bakal Disertifikasi

Pemprov Jawa Barat menggandeng Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk para petani sampai barista kopi di Jawa Barat agar menghasilkan kopi yang berstandar tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  21:17 WIB
Pengunjung menikmati kopi di salah satu pameran kuliner. - Reuters/Darren Whiteside
Pengunjung menikmati kopi di salah satu pameran kuliner. - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, BANDUNG – Pemprov Jawa Barat menggandeng Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk para petani sampai barista kopi di Jawa Barat agar menghasilkan kopi yang berstandar tinggi baik dalam hal kualitas dan kuantitas.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Emil, di Bandung, Kamis, mengatakan, SCAI memberikan sejumlah catatan terkait kopi asal Jabar seperti kurang maksimalnya ekosistem perkopian di provinsi tersebut.

"Kemudian bibit yang tidak masuk standar, teknik memanen yang asal-asalan, dan teknik pemrosesan yang tidak masuk standardisasi, menjadi penghalang kopi Jabar untuk mendunia," ungkapnya pada Kamis (24/1/2019).

Mayoritas petani kopi di Jabar masih menggunakan bibit pohon kopi yang belum bersertifikat, pemanenan secara asal-asalan, dan teknik pemerosesan kopi yang belum optimal. Oleh karena itu, kopi asal Jabar atau Java Preanger belum bisa konsisten mempertahankan kualitas dan kuantitasnya.

Gubernur Emil mengatakan dengan pengelolaan yang tidak berdasarkan pengetahuan, rasa kopi Jabar tidak pernah konsisten jika diekspor.

Padahal, kopi Jabar disebut sebagai kopi paling baik yang ditunjang potensi geografis paling baik, namun belum menghasilkan kopi yang menurut para ahli bisa jauh lebih berkualitas.

"Jadi, yang sama dengan Jabar itu hanya Papua, menurut mereka. Nah karena itu saya memutuskan bersama asosiasi ini akan bikin lembaga kurasi dan sertifikasi kopi. Sehingga nanti dikasih sertifikat yang bibitnya bagus dan yang biasa jadi penilaian. Nanti teknik memanennya juga dikasih sertifikat."

Dia menjelaskan saat memanen banyak petani yang memanen secara kasar tanpa pemilahan warna buah ceri kopi antara yang merah dengan yang hijau dan masih banyak juga yang menjualnya langsung tanpa pengolahan dan kepada tengkulak.

"Hal itu yang menyebabkan orang Korea semangat bikin sekolah kopi di Jabar. Jadi semua itu melihat potensi besar, tapi pola perilaku mengolah memproses tidak ada standar yang baik," ucapnya.

Emil bertekad selama 5 tahun kopi Jabar harus punya tiga nilai seperti kualitasnya seragam dan terbaik karena cuacanya paling memungkinkan.

"Yang kedua, brand menjadi lebih beken lagi. Ketiga, menyejahterakan petani karena kualitas yang baik menghasilkan ekonomi yang baik," kata dia. "Namun sayang ini anugerah ekonomi luar biasa tapi caranya dan ilmunya gak lengkap. Jadi kalau kualitasnya baik maka pembeli dunia akan percaya, bukan katanya," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua SCAI Syafrudin, mengatakan pihaknya memiliki perangkat edukasi dari hulu sampai hilir mengenai perkopian. Selain itu, pihaknya siap bersama gubernur untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Jawa Barat.

"Kopi Jabar kita lihat banyak diangkut ke Sumatera, diberi brand daerah Sumatera, itu tidak betul. Kita harus lebih memunculkan standar kopi asli Jabar karena kopi ini disukai di dunia," ujar Syafrudin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabar kopi

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top