Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditawarkan ke Swasta, Pelabuhan Anggrek Masuk Tahap Konsultasi Pasar

Proyek KPBU Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara memasuki tahap konsultasi pasar untuk menjaring dukungan dan menjajaki minat badan usaha mengembangkan dan mengoperasikan pelabuhan di Gorontalo itu.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  08:59 WIB
Pelabuhan Anggrek/ Youtube
Pelabuhan Anggrek/ Youtube

Bisnis.com, JAKARTA -- Proyek kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara memasuki tahap konsultasi pasar (market consultation) untuk menjaring dukungan dan menjajaki minat badan usaha mengembangkan dan mengoperasikan pelabuhan di Gorontalo itu.

Konsultasi pasar merupakan lanjutan dari kegiatan konsultasi publik yang telah dilaksanakan 15 Januari 2019 di Gorontalo. Keduanya  merupakan bagian terintegrasi dalam penyusunan studi pendahuluan. 

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus H. Purnomo mengatakan peran swasta sangat dibutuhkan mengingat kebutuhan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan sangat besar, sedangkan anggaran pemerintah terbatas. 

“Pemilihan kerja sama dengan pihak swasta melalui skema KPBU selain bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pendanaan secara berkelanjutan, juga untuk mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkualitas, efektif, efisien, tepat sasaran, dan tepat waktu," katanya dalam siaran pers saat membuka acara konsultasi pasar rencana pengembangan Pelabuhan Anggrek di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Lebih lanjut, Agus mengatakan kerja sama melalui skema KPBU dilaksanakan berdasarkan prinsip kemitraan, kemanfaatan, bersaing, pengendalian dan pengelolaan risiko, efektif serta efisien, guna mengoptimalisasi pembangunan, pengembangan dan pengoperasian pada beberapa pelabuhan yang strategis dan potensial meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Sejak 2018, Kemenhub memulai kerja sama dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) untuk membantu perencanaan proyek KPBU berupa penyusunan studi pendahuluan, salah satunya untuk Pelabuhan Anggrek. 

Pemerintah menargetkan pengadaan badan usaha Pelabuhan Anggrek pada pertengahan 2019, yang kemudian akan diikuti oleh penandatanganan perjanjian antara penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) dengan badan usaha.

Pelabuhan Anggrek merupakan bagian dari 14 pelabuhan yang akan dikerjasamakan dengan BUMN atau perusahaan swasta melalui skema KPBU. Tigabelas pelabuhan lainnya yang tengah disiapkan meliputi Bau-bau, Belang-Belang, Tahuna, Tobelo, Wanci, Serui, Kaimana, Pomako, Saumlaki, Dobo, Banggai, Labuan Bajo, dan Namlea.

Saat ini, Pelabuhan Anggrek dapat dilabuhi kapal berbobot 20.000 GT. Dermaga kargo memiliki panjang 153 meter dan lebar 12 meter, sedangkan dermaga kapal peti kemas memiliki panjang 150 meter dan lebar 20 meter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPBU
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top