Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PP Dua Holding BUMN Karya Belum Diteken, RUPSLB Lima Emiten Karya Bakal Tetap Lanjut

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan proses rapat umum pemegang luar biasa lima emiten BUMN Karya akan tetap berjalan meski Peraturan Pemerintah terkait dengan pembentukan holding belum rampung atau diteken oleh Presiden.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  15:41 WIB
Menteri BUMN Rini M. Soemarno menyetir buggy car ketika meninjau pembangunan dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (8/8). Sejumlah direktur perusahaan BUMN turut mengendarai buggy car tersebut.  - Bisnis/Rivki Maulana
Menteri BUMN Rini M. Soemarno menyetir buggy car ketika meninjau pembangunan dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (8/8). Sejumlah direktur perusahaan BUMN turut mengendarai buggy car tersebut. - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan proses rapat umum pemegang luar biasa lima emiten BUMN Karya akan tetap berjalan meski Peraturan Pemerintah terkait dengan pembentukan holding belum rampung atau diteken oleh Presiden.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro mengungkapkan bahwa rancangan peraturan pemerintah (RPP) untuk Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan masih dalam pembahasan. Saat ini, masih menunggu teken dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Hadimuljono sebelum diserahkan kepada Presiden.

Aloysius mengatakan bahwa pembentukan dua holding BUMN karya tersebut sudah memasuki tahap finalisasi. Proses tersebut, menurutnya, juga tidak mengganggu rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“[RUPSLB] itu jalan terus, jadi diketok dulu [hasil rapatnya] nanti subject to [pembentukan holding] akan diselesaikan dalam 60 hari ke depan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Pasalnya, pembentukan holding tersebut terkait dengan berbagai pemangku kepentingan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, lima emiten BUMN karya telah mengumumkan untuk menggelar RUPSLB. Agenda tersebut rencananya akan diselenggarakan serentak pada akhir Januari 2019 dan awal Februari 2019.

Sebelumnya, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Hambra Samal menjelaskan bahwa agenda tersebut terkait dengan pembentukan Holding BUMN Infrastruktur serta Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan (PPK). Menurutnya, terdapat beberapa agenda yang akan dibahas dalam RUPSLB.

Hambra menyebut agenda utama yang akan dibahas yakni perubahan dasar terkait dengan nama perseroan. Nantinya, kata “persero” akan dihilangkan dari nama lima emiten tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn holding bumn
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top