Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realestat Asia Pasifik Tahun Ini Diprediksi Tumbuh 5%

Keseluruhan volume transaksi real estat Asia Pasifik sepanjang 2019 diperkirakan naik 5% meskipun laju pertumbuhannya melambat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Januari 2019  |  21:12 WIB
Ilustrasi rumah mewah - Vancouver/realestates.com
Ilustrasi rumah mewah - Vancouver/realestates.com

Bisnis.com, JAKARTA – Keseluruhan volume transaksi real estat Asia Pasifik sepanjang 2019 diperkirakan naik 5% meskipun laju pertumbuhannya melambat.

Head of Capital Markets JLL Asia Stuart Crow mengatakan, meihat siklus perekonomian selama sedekade, investor melakukan persaingan dalam risiko ekonomi makro dan ketidakpastian geopolitik seperti kenaikan suku bunga, perang dagang AS dan China, dan Brexit.

“Dengan latar belakang tersebut, sektor real estat terus menarik perhatian sebagai salah satu aset lindung nilai untuk investasi, dengan keuntungan diversifikasi portofolio dan imbal hasil yang cukup tinggi dibandingkan dengan aset lain,” papar Crow, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (16/1).

Namun, dengan siklus perekonomian belakangan ini, investor akan lebih selektif dan lebih disiplin untuk keluar masuk dalam berinvestasi karena akan lebih sulit mencari aset alternatif dengan penghasilan yang setara.

Di Asia Pasifik, permintaan real estat akan terdorong oleh fundamental demografis. Populasi urban diperkirakan akan melampaui 400 juta orang pada 2027, sementara populasi usia 65 ke aras akan naik hingga 146 juta orang dalam 10 tahun ke depan.

Pada 2021, pasar dagang elektronik diproyeksi akan bertumbuh mencapai US$1,6 triliun. Head of Research JLL Indonesia James Taylor menuturkan, minat investor masih tinggi pada 2019.

“Kantor dan pasar ritel masih ketat, yang paling aman saat ini bagi investor adalah untuk bergabung dengan grup lokal. Pengembangan infrastruktur MRT dan LRT mendatang menghadirkan peluang baru bagi investor,” ungkap Taylor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

realestat
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top