Akhir 2018, Kinerja Sektor Industri Pengolahan Ekspansif

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman menuturkan hal ini terindikasi dari nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) - BI sebesar 51,92%.
Hadijah Alaydrus | 11 Januari 2019 08:57 WIB
Seorang pekerja mengawasi proses pengelasan atau welding yang dilakukan oleh robot di pabrik perakitan Suzuki Cikarang, Jawa Barat, Selasa (19/2/2018). - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kinerja sektor industri pengolahan Indonesia pada kuartal IV/2018 berada pada level ekspansi. 
 
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman menuturkan hal ini terindikasi dari nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) - BI sebesar 51,92% serta hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal IV/2018 untuk kegiatan usaha dan investasi sektor industri pengolahan yang terindikasi meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 0,32% dan 2,71%. 
 
"Peningkatan kinerja industri pengolahan didorong oleh kenaikan volume produksi, sejalan dengan pesanan yang meningkat," ujarnya, Kamis (10/1/2019).
 
Berdasarkan rincian subsektor, ekspansi kinerja sektor industri pengolahan terjadi pada subsektor industri alat angkut, mesin, dan peralatannya.
 
Untuk kuartal I/2019, kinerja sektor industri pengolahan diperkirakan terus ekspansif. Kondisi ini terindikasi dari PMI-BI yang berada pada fase ekspansi dengan indeks yang meningkat menjadi sebesar 54,75%. 
 
Menurut Agusman, peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan volume produksi.
 
Sejalan dengan ekspansi PMI-BI, SBT kegiatan usaha sektor industri pengolahan kuartal I/2019 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada kuartal sebelumnya. 
 
Berdasarkan rincian subsektor, ekspansi kinerja sektor industri pengolahan diperkirakan terjadi di subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau.

Tag : bank indonesia, industri pengolahan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top