2.447 Orang Berwisata ke Pulau Seribu Selama Libur Tahun Baru

Sebanyak 2.477 orang wisatawan berlibur ke Kepulauan Seribu melalui Pelabuhan Muara Angke sejak 1 Januari hingga 5 Januari 2019.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 05 Januari 2019  |  15:02 WIB
2.447 Orang Berwisata ke Pulau Seribu Selama Libur Tahun Baru
Pulau Macan, Kepulauan Seribu - tripadvisor.com
Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 2.477 orang wisatawan berlibur ke Kepulauan Seribu melalui Pelabuhan Muara Angke sejak 1 Januari hingga 5 Januari 2019.
 
"Perhari ini, sebanyak 656 orang wisatawan telah diberangkatkan dengan 9 kapal tradisional untuk berwisata ke Kepulauan Seribu. Cuaca baik dengan tinggi gelombang 0,2 meter sampai dengan 0,7 meter dan kondisi aman dan tertib," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Junaidi saat berkunjung ke Pelabuhan Muara Angke, Sabtu (5/1/2019).
 
Adapun jumlah per hari ini turun dibandingkan dengan biasanya pada saat peak season yang jatuh pada Sabtu dan Minggu karen para wisatawan masih trauma oleh bencana tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu. Cuaca ekstrem juga terjadi di perairan Indonesia.
 
Menurut Junaidi, ketentuan setiap penumpang harus memakai life jacket selama pelayaran ke Kepulauan Seribu sudah terpenuhi mengingat tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan pelayaran semakin baik.
 
"Semua penumpang yang berangkat sudah menggunakan life jacket selama berlayar ke Kepulauan Seribu, tanpa terkecuali para wisatawan asing yang ke Pulau Pari dengan KM Satria Express tadi," jelas Junaidi.
 
Soal kesiapan Pelabuhan Muara Angke menjadi salah satu dari enam pelabuhan percontohan Ditjen Hubla, Junaidi menyatakansekarang sudah banyak perubahan yang terjadi, seperti tiket sudah online, awak kapal sudah bersertifikat keselamatan, X -Ray di terminal pelabuhan, sterilisasi dan penataan para pedagang di pelabuhan.
 
"Saya mengimbau agar kebersihan lingkungan harus diperhatikan oleh para penumpang dan juga para pedagang agar sampah-sampah tidak berserakan. Kami menyiapkan tempat sampah Para pedagang juga agar berjualan di tempat yang telah disediakan," kata Junaidi.
 
Selain Muara Angke, Pelabuhan Tanjung Pinang, Bau-Bau, Tulehu Ambon, Tarakan, dan Tanjung Perak Surabaya ditetapkan sebagai pilot project pelabuhan dengan peningkatan pelayanan, keselamatan dan keamanan pelayaran. Beberapa yang disiapkan mencakup digitalisasi tiket, awak kapal bersertifikat, sterilisasi pelabuhan, dan penegakan hukum di pelabuhan.
 
Ditjen Perhubungan Laut mengimbau kepada para pemilik kapal dan pemangku kepentingan terkait pelayaran diharapkan siaga dan berpedoman pada kelaiklautan kapal, kelengkapan alat keselamatan pelayaran yang berfungsi dengan baik, serta jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas atau muatan yang diijinkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Natal dan Tahun Baru

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top