Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementan Klaim Berhasil Amankan Pasokan Cabai dan Bawang

Kementerian Pertanian mengklaim telah berhasil mengamankan pasokan cabai dan bawang selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 02 Januari 2019  |  19:33 WIB
Ilustrasi cabai - Reuters
Ilustrasi cabai - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian mengklaim telah berhasil mengamankan pasokan cabai dan bawang selama momentum Natal dan Tahun Baru.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan pihaknya sudah berupaya menjaga stabilitas pasokan dengan mengantisipasi ketersediaan sejak 3 hingga 4 bulan sebelumnya. Dia mengatakan untuk cabai dan bawang merah Kementan sudah jauh-jauh hari menyiapkan tambah tanam untuk persiapan hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. 

“Untuk bawang merah 2 sampai 3 bulan sebelumnya sudah bisa dirancang penambahan tanamnya. Untuk cabai 4 sampai 5 bulan sebelumnya sudah ditanam,” kata Suwandi dalam siaran resmi, belum lama ini.

Kementan pun menerapkan upaya lain untuk menjamin stabilisasi pasokan dan harga. Pertama, ekstensifikasi kawasan di luar jawa. Kedua, intensifkan teknologi pada sentra di Jawa. Ketiga, peningkatan kapasitas petani di Luar Jawa dan Keempat, penggunaan benih biji untuk bawang merah (TSS) sehingga efisien biaya 65%.

“Kelima, penajaman manajemen dengan petani champion. Keenam, mengatur Pola Tanam. Ketujuh, pembentukan pasar lelang dan kedelapan, hilirisasi produk. Kesembilan, teknologi penyimpanan dan kesepuluhnya perluasan ekspor,” bebernya.

Suwandi menegaskan bahwa ini adalah hasil kerja tim pemerintah bersama stakeholder terkait. Menurut data Ditjen Hortikultura, pasokan cabai besar periode Desember 2018 mencapai 105.915 ton dengan perkiraan kebutuhan 97.519 ton. Bulan Januari 2019 pasokan 73.872 ton dengan perkiraan kebutuhan 51.596 ton. 

Pasokan ke pasar cabai besar ke Jabodetabek, kata Suwandi, mencapai 40 ton/hari untuk cabai merah keriting dan 50 ton/hari untuk cabai rawit merah. Cabai dipasok dari sentra Cianjur, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Bandung, Temanggung, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Blitar, Kediri hingga Banyuwangi.

“Pasokan bawang merah periode Desember 2018 mencapai 92.840 ribu ton sementara kebutuhan 78.451 ton. Bulan Januari pasokan diprediksi meningkat 135.966 ton dengan kebutuhan 77.825 ton. Untuk Jabodetabek kebutuhan rata-rata Desember 2018 sebanyak 7.267 ton dan Januari 2019 sebanyak 6.937 ton. Pasokan bawang merah berasal dari Brebes, Kendal, Demak, Pati, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Garut, Bojonegoro, Probolinggo, Nganjuk hingga Solok,” ungkap Suwandi.

Lebih jauh Suwandi mengatakan pemantauan harga di tingkat petani rata-rata di kisaran Rp 16.411 untuk bawang merah, cabai merah keriting Rp 18.434 dan cabai rawit Rp 21.319. Harga tersebut tidak berbeda jauh dengan akhir tahun lalu, di mana selama Desember 2017 harga rata-rata di tingkat petani untuk bawang merah Rp 12.922, cabai merah keriting Rp 23.132, dan cabai rawit Rp 17.166. 

“Ini mengindikasikan bahwa dalam kurun waktu dua tahun ini, harga cabai dan bawang selalu stabil saat Natal maupun tahun baru,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatera Utara Gunawan Benjamin mengindikasikan adanya penurunan harga cabai di tingkat petani kurang dari Rp13.000/kg.


"Musim liburan ini memang membuat sejumlah pelaku usaha atau bisnis yang sudah menutup usahanya. Sehingga panen yang dilakukan oleh petani tidak semuanya terserap. Alhasil menambah sisi persediaan yang memicu terjadinya penurunan harga. Hal inilah yang saya pikir menjadi pemicu melemahnya harga cabai di tingkat petani kita," katanya.


 Namun Gunawan mengatakan ini adalah siklus yang biasa terjadi dan akan cepat berlalu. Menurutnya keseimbangan pasar sebenarnya akan terjadi nanti setelah perayaan tahun baru selesai. 


"Dan saya yakin semuanya akan kembali normal. Tidak ada yang perlu dikuatirkan terlalu jauh terkait dengan perkembangan harga di masyarakat saat ini. Semuanya akan kembali normal," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang cabai
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top