Jajaki Kerja Sama Perdagangan, 34 Perusahaan Indonesia Hadiri VIFF 2018 

KBRI Hanoi berupaya memperkenalkan dan mempromosikan produk busana, aksesoris, dan kosmetik Indonesia kepada masyarakat di Vietnam dalam kegiatan Vietnam International Fashion Fair (VIFF) 2018 yang diselenggarakan di Hanoi pada 13—18 Desember 2018.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 14 Desember 2018  |  11:59 WIB

Bisnis.com, HANOI — KBRI Hanoi berupaya memperkenalkan dan mempromosikan produk busana, aksesoris, dan kosmetik Indonesia kepada masyarakat di Vietnam dalam kegiatan Vietnam International Fashion Fair (VIFF) 2018 yang diselenggarakan di Hanoi pada 13—18 Desember 2018.

Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi mengatakan kegiatan Vietnam International Fashion Fair 2018 dihadiri oleh 34 perusahaan Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut mengisi sekitar 24 booth yang telah disediakan KBRI untuk memamerkan produk-produknya seperti pakaian jadi, kosmetik, tas, sepatu, hingga aksesoris.

Dia menuturkan, kegiatan promosi untuk produk-produk unggulan sebenarnya secara rutin digelar KBRI Hanoi. Akan tetapi, setiap tahun produk yang dipamerkan berbeda-beda. Pada tahun ini kegiatan pameran difokuskan pada produk-produk fashion.

“Ini sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu perusahaan-perusahaan Indonesia untuk masuk ke pasar Vietnam,” ujarnya kepada Bisnis di sela-sela pembukaan VIFF 2018 di Hanoi, Kamis (13/12/2018).

Menurut Ibnu, kenaikan jumlah masyarakat kelas menengah atas di Vietnam menjadikan negara tersebut sebagai potensi pasar yang besar bagi Indonesia. Akan tetapi, Vietnam sendiri sebenarnya merupakan salah satu negara pengekspor garmen terbesar di dunia.

Meskipun demikian, dia menegaskan Indonesia memiliki kelebihan yang bisa ditonjolkan yaitu busana dengan unsur etnik, dan originalitas. Apabila keunggulan tersebut dibarengi dengan kualitas yang bagus, maka produk-produk Indonesia diyakini dapat diterima dengan baik di pasar Vietnam. 

Lebih lanjut, dia mengungkapkan dengan kegiatan promosi produk yang telah dilaksanakan diharapkan bisa menarik minat pebisnis Vietnam untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia, sehingga kerja sama perdagangan kedua negara semakin meningkat.

Ibnu menuturkan, pada tahun ini nilai perdagangan kedua negara ditargetkan bisa mencapai kisaran US$7,4—7,5 miliar, atau meningkat jika dibandingkan total perdagangan pada 2017 yang berkisar US$6,8 miliar.

Sementara itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, nilai perdagangan Indonesia dan Vietnam pada 2020 diharapkan bisa mencapai US$10 miliar. Untuk mewujudkan target tersebut, Jokowi berharap hambatan-hambatan yang masih terjadi dalam kerja sama perdagangan antara kedua negara bisa dihilangkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top