Sistem Proteksi Kebakaran, Apartemen Green Pramuka City Terapkan Sejak 2010

Apartemen Green Pramuka City, yang terletak di bilangan Rawamangun, Jakarta Pusat, telah mengadopsi system antisipasi dan kemungkinan terjadinya bencana, khususnya kebakaran sejak 2010.
Bambang Supriyanto | 09 Desember 2018 13:45 WIB
Ilustrasi Pelatihan Pemadaman Kebakaran Green Pramuka City - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Apartemen Green Pramuka City, yang terletak di bilangan Rawamangun, Jakarta Pusat, telah mengadopsi system antisipasi dan kemungkinan terjadinya bencana, khususnya kebakaran sejak 2010.

Sejak beroperasi pada 2010, kompleks apartemen yang saat ini dihuni sekitar 20.000 warga itu, dilengkapi dengan unit satuan perlindungan kebakaran gedung yang memadai.

“Belum pernah terjadi kebakaran. Karena unit proteksi kebakaran itu adalah  kelengkapan standard sebuah kompleks apertemen yang harus ready, sehingga kami selalu meng-update-nya secara profesional. Baik peralatannya, pelatihan, maupun tim Fire Brigade-nya,” kata Lusida Sinaga, Head of Communication Apartemen Green Pramuka City, dalam keterangan tertulis, Minggu (9/12/2018)

Sebuah apartemen yang baik diharuskan mempunyai sistem antisipasi dari kemungkinan terjadinya bencana, khususnya  kebakaran. Di Jakarta, kewajiban itu telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 143 Tahun 2016 tentang Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Lingkungan.

Menurut Lusida Sinaga, sesuai prosedur di setiap ruang di dalam unit apartemen Green Pramuka City misal di ruang tengah, dapur, dan kamar tidur selalu dilengkapi dengan smoke detector, heat detector, dan head sprinkler. Di setiap koridor antar unit selalu tersedia head sprinkler dan 3 tabung pemadam kebakaran ukuran 3,5 kilogram. Dan di setiap lantai koridor selalu tersedia 3 hydrant box, 3 selang hydrant nozle landing valve, alarm bell, panic bottom break glass, telepon darurat, dan tangga darurat evakuasi.

“Sehingga jika ada asap rokok berlebihan di dalam ruangan, maka smoke detector akan memberikan sinyal ke Master Control Fire Alarm, sehingga alarm bell berbunyi sebagai peringatan dini indikasi adanya unsur panas/api , dan jika suhu ruang mencapai lebih 60 derajat celcius maka heat detector akan bereaksi seperti halnya smoke detector.  Apabila suhu ruangan terus menyebar dan berkelanjutan maka yang selanjutnya akan membuat head sprinkler aktif memancarkan air dalam radius 4 meter. Dengan begitu, antisipasi sejak dini bisa dilakukan,” ujar Lusida Sinaga.

Selain itu di setiap lantai juga dilengkapi 15 head sprinkler dan 15 heat detector, emergency call, tangga darurat, dan speaker car call. “Kemudian dalam satu kompleks termonitor dalam Fire Command Centre yang selalu ada petugas Fire Safety yang selalu berjaga 24 jam,” tambah Lusida Sinaga.

Di outdoor area umum juga kami lengkapi dengan Hydrant Pillar yang terhubung langsung dengan instalasi PDAM (sebagai option sumber air) juga Siamese Connection yang akan menghubungkan selang dari Truk Pemadam Kebakaran ke box hydrant yang dibutuhkan. Selain itu, jalan masuk yang lebar cukup untuk bermanuver masuknya truk-truk pemadam kebakaran jika terjadi emergency. 

“Beruntungnya warga apartemen selama ini cukup kooperatif, seperti selalu rutin cek peralatan dapur dan tidak merokok dalam ruang. Security dan customer service pengelolaan juga melakukan pengecekan dan patroli berkala ke setiap lantai, sehingga bisa dikatakan zero accident,” ujarnya. 

Menempati lahan seluas 12,9 hektare, kompleks apartemen Green Pramuka City terdiri dari dua blok yang totalnya berdiri 9 tower apartemen. Dengan sebuah mal premium besar dan kolam renang di setiap kompleks, apartemen ini membuat kerasan penghuninya. Terletak di perbatasan Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat, dengan segmen penghuni kebanyakan kelas menengah, harga unit apartemen ini terjangkau bagi karyawan dan keluarga muda.

Salah satu kunci sukses apartemen Green Pramuka City dalam menangani sistem proteksi bencana kebakaran, menurut Lusida Sinaga, adalah dengan selalu menjaga kepedulian (awareness) warga apartemen melalui training darurat bencana setiap 3-6 bulan sekali.

“Seperti beberapa waktu lalu (24/11/2018) kami mengadakan training simulasi emergency di Tower Magnolia. Yang ikut banyak. Saat itu, kami ingatkan kembali kesadarannya pada bahaya kebakaran, latihan evakuasi, sekaligus refresh pengenalan alat. Training emergency ini pada sesi lain, juga diberikan kepada para petugas maupun karyawan apartemen,” tambah Lusida. 

Tag : apartemen
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top