Pertumbuhan Kawasan Industri 2019 Tetap Stabil

Pertumbuhan permintaan kawasan industri yang belum meningkat diyakini akan tetap stabil pada 2019.
Maria Elena | 09 Desember 2018 20:47 WIB
Suasana di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Kamis (8/3/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan permintaan kawasan industri yang belum meningkat diyakini akan tetap stabil pada 2019.

Senior Director Leads Property Services Indonesia Darsono Tan mengatakan permintaan lahan industri masih akan tetap stabil, tidak menurun juga tidak meningkat, namun masih tetap berada di tren yang positif.

"Permintaan kawasan industri masih akan tetap stabil tahun depan, tidak ada yg merilis kawasan baru, jadi permintaan di 2019 lanjutan yang sudah ada dari 2018," kata Darsono kepada Bisnis pada Rabu (5/12/2018).

Namun, Darsono mengatakan, pelaku industri masih melihat kondisidi 2019. Jika kondisi politik dan ekonomi tetap stabil, maka kenaikan permintaan bisa melampaui 10%.

Permintaan kawasan industri paling banyak yaitu untuk keperluan logistik dan pergudangan, 3PL, dan e-commerce, seperti perusahaan Coca Cola, Unilever, dan pergudangan untuk e-commerce lainnya.

Permintaan pergudangan paling banyak di Cikarang, Bekasi, Karawang hingga Purwakarta yang berada di koridor tol sehingga bisa langsung terhubung tol ke Tanjung Priok, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, akan ada shifting perusahaan ke daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah karena pelaku industri mengincar lokasi yang upah minimum regionalnya (UMR) lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta dan Jawa Barat.

Tag : kawasan industri
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top