Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tantangan yang Dihadapi Pengusaha Baja Lapis Saat Ini

Pengusaha baja lapis nasional meminta pemerintah memberikan perlindungan dari praktik perdagangan tidak sehat dan mengoptimalkan penerapan standar nasional Indonesia (SNI) agar produksi dalam negeri dapat diserap secara maksimal.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 26 November 2018  |  22:36 WIB
Bluescope Indonesia, produsen baja lapis ringan memperkenalkan produknya  saat media gathering.  - Bisnis.com/Dinda Wulandari
Bluescope Indonesia, produsen baja lapis ringan memperkenalkan produknya saat media gathering. - Bisnis.com/Dinda Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha baja lapis nasional meminta pemerintah memberikan perlindungan dari praktik perdagangan tidak sehat dan mengoptimalkan penerapan standar nasional Indonesia (SNI) agar produksi dalam negeri dapat diserap secara maksimal.

Yan Xu, Presiden Direktur PT NS Bluescope Indonesia, mengatakan permintaan baja lapis dalam negeri sebenarnya masih tumbuh. Namun, seperti yang dihadapi oleh perusahaan lainnya, Bluescope juga merasakan dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Dibandingkan tahun lalu, penjualan cenderung sama, tetapi dari sisi perolehan laba tidak sebagus tahun lalu,” ujarnya belum lama ini.

Tidak hanya masalah pelemahan nilai tukar, dia menyebutkan produk impor yang masuk melalui praktik perdagangan tidak sehat juga menjadi tantangan.

Menurutnya, produk impor juga ada yang memiliki kualitas rendah dan tidak memenuhi standar keselamatan sehingga perlu diadang melalui instrumen SNI wajib untuk produk baja lapis.

“Kami tidak ingin produk impor berkualitas rendah masuk ke Indonesia dan digunakan oleh masyarakat dalam pembangunan rumah karena akan menimbulkan masalah, seperti mudah roboh,” jelasnya.

Kendati demikian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Zinc Aluminium Steel Industries (IZASI) ini masih memandang pasar baja di Indonesia cukup positif pada masa mendatang.

Apalagi, Indonesia memiliki pasar yang potensial dengan jumlah penduduk paling besar di kawasan Asia Tenggara dan kelas menengah yang terus tumbuh.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri baja
Editor : Maftuh Ihsan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top