Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkatkan Ekonomi Umat, Kemenko Perekonomian Fasilitasi Perjanjian Kerja Sama Kemitraan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memfasilitasi kerjasama Kemitraan Ekonomi Umat antara Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN), serta PT. Nutrindo Bogarasa (Mayora Group), Jumat (23/11).
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 23 November 2018  |  22:54 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin (kedua kanan) dalam  talkshow Vokasi untuk Menciptakan Tenaga Kerja Berkualitas di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (27/10). - Bisnis/Muhammad Ridwan
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin (kedua kanan) dalam talkshow Vokasi untuk Menciptakan Tenaga Kerja Berkualitas di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (27/10). - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memfasilitasi kerja sama Kemitraan Ekonomi Umat antara Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN), serta PT Nutrindo Bogarasa (Mayora Group), Jumat (23/11/2018).

Perjanjian kerja sama yang dilakukan di Gedung Kementerian Perekonomian Medan Merdeka Barat itu menyangkut pemberian fasilitas kredit serta pengembangan budidaya singkong untuk Industri dalam rangka Kemitraan Ekonomi Umat di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan bahwa pada tahap awal dari perjanjian tersebut diproyeksikan seluas ± 500 ha.

“Kemitraan budidaya singkong merupakan salah satu wujud nyata implementasi Program Kemitraan Ekonomi Umat dengan melibatkan beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) di Sulawesi Selatan dan Maria," ujarnya Jumat (23/11/2018).

Secara terperinci, ponpes di Sulsel tersebut terdiri dari enam Ponpes di Janeponto, yakni Ponpes Al-Hikam, Ponpes Baitullah, Ponpes Madaniyah, Ponpes DDI Nurul Aziz, Ponpes Rahmatullah, dan Ponpes Bahrul Ulum, serta 2 Ponpes di Maros yakni Ponpes Nurul Yakin dan Ponpes Nurul Ikhwan.

"Melalui perjanjian kerjasama ini pemerintah berharap para petani akan memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan usaha, maupun akses pemasaran, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya.

Rudy menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah berkomitmen untuk mendukung penyediaan prasarana dan sarana produksi maupun alat mesin pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku singkong kepada PT. Nutrindo Bogarasa (Mayora Group).

Dalam kerja sama tersebut, PT Nutrindo Bogarasa akan bertindak sebagai offtaker yang memberi kepastian beli dan kepastian harga kepada petani, sesuai dengan kualitas singkong yang dihasilkan oleh petani dengan standar yang ditetapkan oleh PT Nutrindo Bogarasa.

Kemudian Bank Sulselbar akan berperan memberikan dukungan pembiayaan, dimana para petani berharap mendapatkan bunga yang rendah dan skema bayar saat panen (yarnen).

Sementara itu, Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) akan berperan sebagai operator lapangan dan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani, santri sebagai supervisor dan PPL tenaga lapangan untuk mengatur jadwal tanam dan panen, penentuan bibit, pupuk dan teknik budidaya menghasilkan produksi yang maksimal.

Rudy pun berharap agar kemitraan budidaya singkong di Sulawesi Selatan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan para petani, santri, dan  masyarakat sekitar.
 
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mayora santri
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top