KLHK: Sampah di Laut Sebagian Besar Dari Daratan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menilai sumber sampah di laut 80% berasal dari daratan dan sisanya berasal dari transportasi laut.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 22 November 2018  |  22:45 WIB
KLHK: Sampah di Laut Sebagian Besar Dari Daratan
Paus Terdampar di Perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, ditemukan Minggu (18/11/2018). Foto: http:/ - ksdae.menlhk.go.id

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menilai sumber sampah di laut 80% berasal dari daratan dan sisanya berasal dari transportasi laut.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno mengatakan sampah plastik di laut sebagian besar berasal dari daratan. Dia mencontohkan sampah yang terdapat di Bali Barat ada juga yang berasal dari Banyuwangi.

“Ini sudah jadi masalah global karena sebenarnya sampah plastik bukan hanya berbahaya bagi mamalia laut tetapi juga makhluk lain, misalnya burung laut,” katanya, Kamis (22/11/2018).

Selain itu, sampah di laut juga berasal dari transportasi laut yang melintas. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada perusahaan pelayaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami sudah mengimbau Pelni dan semua perusahaan pelayaran untuk tidak membuang sampah di laut. Di seluruh dunia juga sudah diperkirakan ada sampah plastik 1 kilogram per meter persegi khususnya di Laut Pasifik Utara,” katanya.

Dia menjelaskan, kali ini KLHK akan berupaya meminimalisasi sampah dari daratan ke laut. Salah satunya juga dengan mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuang sampah di sungai-sungai karena nantinya akan bermuara ke laut.

Terkait dengan kematian Paus Sperma yang di dalam perutnya ditemukan sampah plastik, Wiratno menjanjikan adanya upaya prenventif Kementerian LHK dengan meninjau pergerakan paus atau migrasi Paus Sperma sesuai gerak angin. Pasalnya, mamalia laut ini kerap kali bermigrasi dari perairan Australia, ke Alor, lalu ke Wakatobi, dan berputar kembali ke wilayah Flores.

“Itu yang jadi agenda kita ke depannya secara bersama melihat gerakan paus ini. Dia bergerak juga di selatan Jawa, lalu Bali, sampai ke Laut Sawu di selatan Flores,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sampah, paus

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top