Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Truk Minta Penyederhanaan Golongan Tarif Tol Trans-Jawa

Pengusaha truk meminta penyederhanaan golongan tarif angkutan logistik di tol Trans-Jawa yang membentang sepanjang 870 kilometer dari Merak sampai Surabaya.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 16 November 2018  |  15:35 WIB
Jalan Tol Trans-Jawa.  -  Bisnis
Jalan Tol Trans-Jawa. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha truk meminta penyederhanaan golongan tarif angkutan logistik di tol Trans-Jawa yang membentang sepanjang 870 kilometer dari Merak sampai Surabaya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan pihaknya khawatir tarif yang akan ditetapkan nantinya akan tinggi.

Penyederhanaan golongan dimaksud seperti yang diterapkan di ruas jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau Jalan Lingkar Luar Jakarta yaitu dari 5 menjadi 3 golongan.

"[Penyederhanaan golongan] Itu mungkin akan sangat membantu untuk mengurangi biaya. Ini akan lebih ekonomis," kata Kyatmaja, Jumat (16/11/2018).

Kyatmaja mengatakan tol Trans Jawa sepanjang 870 kilometer memang lebih efisien bagi angkutan logistik mengingat waktu tempuh akan jauh lebih cepat. 

Dia mencontohkan ketika truk rata-rata melaju di kisaran 60 kilometer per jam maka waktu tempuh tidak akan lebih dari 15 jam. Itu lebih cepat bila dibandingkan melalui jalan nontol yang bisa menempuh perjalanan sekitar 36 jam.

"Tapi sekarang ini yang menjadi masalah adalah tingginya biaya tol, karena jika menggunakan kendaraan kecil bisa Rp580 ribuan, sedangkan mobil besar kita khawatir di atas Rp1 juta-Rp2 jutaan," ujarnya. 

Kyatmaja mengatakan korelasi penggunaan jalan tol dengan penurunan biaya logistik juga tidak akan turun selama tidak terjadi konsolidasi muatan mengingat 90% pengiriman logistik masih menggunakan truk (trucking).

"Tol memang akan mempercepat waktu tempuh, tapi ada biaya yang dikeluarkan di tol itu. Sehingga pertanyaannya, apakah benefit percepatannya lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk tol atau tidak? Kalau tidak, ya, [biaya logistik] tidak akan turun," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan dengan semakin terhubungnya wilayah demi wilayah di Indonesia termasuk dengan jalan tol diyakini akan memacu titik-titik pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. 

Konektivitas itu juga akan membuat distribusi barang dan jasa semakin lancar sehingga bisa memangkas ongkos logistik.

Pemerintah berkomitmen seluruh ruas tol dari Merak ke Surabaya 100% beroperasi pada akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol trans jawa Aptrindo
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top