Aptesindo Berkomitmen Lancarkan Logistik di Pelabuhan

Aptesindo berkomitmen mendukung kelancaran arus barang dan logistik di seluruh pelabuhan se-Indonesia.
Akhmad Mabrori | 11 November 2018 02:05 WIB
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, Jawa Tengah. - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com,  JAKARTA – Pengelola depo peti kemas wilayah kepabeanan dan cukai di pelabuhan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia (Aptesindo) berkomitmen mendukung kelancaran arus barang dan logistik di seluruh pelabuhan se-Tanah Air.

Komitmen itu dituangkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) asosiasi itu dengan mengusung empat program prioritas.

M. Roy Rayadi, Ketua Umum Aptesindo, mengatakan asosiasinya akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis Bea dan Cukai ataupun instansi terkait di pelabuhan dalam mendukung program pemerintah terkait kelancaran arus barang dan efisiensi biaya logistik.

Dia mengemukakan dalam Rakernas Aptesindo yang digelar di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 8 - 10 November 2018 itu mengusung empat program kerja prioritas.

Rakernas itu diikuti perusahaan tempat penimbunan sementara (TPS) dari PT Graha Segara, PT Indonesia Air & Marine Supply (Airin), PT Transporindo Lima Perkasa, PT Wira Mitra Prima, PT Agung Raya Warehouse, PT Primanata Jasa Perkasa, PT Buana Amanah Karya, PT Kodja Terramarin, PT Berdikari Logistic Indonesia, PT Dharma Kartika Bakti, PT Pesaka Loka Kirana, PT Lautan Tirta Transportama, dan PT Multi Terminal Indonesia.

Program kerja itu yakni pertama, memperkuat sinergitas dengan Kadin Indonesia, Ditjen Bea dan Cukai, dan pengelola terminal peti kemas di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

"Untuk itu kami akan melakukan rapat kerja dalam waktu dekat ini dengan Bea dan Cukai dan pengelola terminal di pelabuhan," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta pada Sabtu (10/11/2018).

Kedua, evaluasi tarif layanan pergudangan terhadap kargo impor pada fasilitas gudang anggota asosiasi itu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Ketiga, implementasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 25/2017 tentang Batas Waktu Penumpukan Peti Kemas Maksimal Tiga Hari pada Empat Pelabuhan Utama Indonesia untuk Menekan Masa Inap Barang atau Dwelling Time.

Pelabuhan utama itu yakni Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Belawan Medan, dan Makassar.

Keempat, merealisasikan pembentukan dewan pimpinan wilayah (DPW) Aptesindo di Surabaya, Medan, dan Semarang, serta menyiapkan website organisasi sebagai sarana komunikasi berbasis informasi dan teknologi.

"Dalam raker kali ini, kami juga mempersiapkan agenda Munas Aptesindo yang akan dilaksanakan pada tahun depan," ucap Roy.

Aptesindo juga berkomitmen menekan biaya logistik dan percepatan penanganan barang impor di pelabuhan mengingat fasilitas TPS anggota Aptesindo di wilayah pabean Pelabuhan Priok juga telah menerapkan layanan berbasis informasi dan tehnologi (IT) kepada pengguna jasa.

Bahkan, menurutnya, terhadap aspek keamanan peti kemas impor yang direlokasi atau pindah lokasi penumpukan dari terminal peti kemas ekspor impor ke fasilitas TPS sebagai buffer telah diimplementasikan pengamanannya dengan sistem electronic seal.

"Untuk peningkatan kualitas layanan, juga diberlakukan autogate system yang terintegrasi dengan sistem transaksi dan layanan di terminal peti kemas," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top