Platform Reservasi Tol Laut Bisa Telusuri Pemicu Lonjakan Harga Barang

Platform reservasi online tol laut, Informasi Muatan Ruang Kapal (IMRK), dapat digunakan untuk menelusuri penyebab kenaikan harga barang di luar Jawa.
Sri Mas Sari | 06 November 2018 18:09 WIB
Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Platform reservasi online tol laut, Informasi Muatan Ruang Kapal (IMRK), dapat digunakan untuk menelusuri penyebab kenaikan harga barang di luar Jawa.

Pendiri www.prahu-hub.com, Utami Prasetiawati mengatakan melalui IMRK, pemerintah dapat mengetahui pemasok barang yang mengalami lonjakan harga di daerah tujuan kapal tol laut. 

Dari distributor atau pedagang penerima barang (consignee), pemerintah dapat menelusuri siapa operator (pelayaran) dan pengirim barang (shipper) sehingga titik awal penyebab pergerakan harga dapat diketahui. 

Www.prahu-hub.com merupakan website yang menaungi IMRK tol laut, khususnya pada trayek yang dioperasikan oleh pelayaran swasta. Di dalamnya, shipper terdaftar harus memuat jenis barang, jumlah barang, nomor kontainer, waktu stuffing. dan siapa consignee. 

"Mereka [pemerintah] bisa men-trace [menelusuri] semua. Itu dulu barangnya dari mana, sampai ke mana, naik apa, itu bisa di-trace semua. Enggak bisa main-main," katanya kepada Bisnis, Selasa (6/11/2018).

IMRK juga memungkinkan Kementerian Perhubungan memantau tingkat keterisian armada tol laut di seluruh trayek. Saat load factor di trayek tertentu sepi, Kemenhub akan mencari tahu penyebabnya kepada operator dan shipper. 

Operator juga tidak bisa selalu memberikan kuota ruang kapal kepada shipper yang sama setiap saat untuk mencegah monopoli. Kementerian Perhubungan dapat mengawasi ini melalui IMRK. 

"Otoritas yang diberikan kepada operator ini akan diawasi. Jangan sampai selalu kasih ke si A terus, yang lain enggak dapat. Maksudnya, ini untuk pemerataan," kata Direktur PT Indotank Benny Sukamto. Indotank merupakan perusahaan penyedia (provider) IMRK yang berbasis di Surabaya.

Dia menjelaskan proses reservasi oleh shipper agar barangnya dapat dimuat oleh tol laut harus diawali dengan registrasi akun di sistem IMRK dengan memasukkan alamat email dan kata sandi dan data perusahaan yang mencakup surat izin usaha perdagangan (SIUP), nomor pokok wajib pajak (NPWP), surat rekomendasi, logo perusahaan dan data pengurus. Registrasi akan divalidasi oleh Kemenhub. 

Setelah disetujui Kemenhub, shipper melakukan pemesanan (booking) dengan memilih rute dan memasukkan packing list. Shipper juga harus menyebutkan consignee dan jenis barang yang akan dimuat. Pada proses ini, operator melakukan validasi, 

Setelah tervalidasi, shipper melakukan pembayaran dengan mengunggah bukti pembayaran. Selanjutnya shipper dapat mengunduh dokumen RO untuk pengambilan peti kemas kosong di depo serta bill of lading dan invoice untuk pengambilan barang. 

Sejak IMRK diluncurkan Juli, terdapat 93 shipper aktif dan 267 consignee aktif. Berdasarkan data platform itu, beras, air mineral, semen, tepung terigu, dan besi baja konstruksi, merupakan lima jenis muatan terbanyak tol laut tahun ini. 

Tag : Tol Laut
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top