Peningkatan SDM Konstruksi, Kementerian PUPR Jajaki Kerja Sama

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjajaki sejumlah peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja konstruksi.
Stefanus Arief Setiaji | 01 November 2018 13:10 WIB
Pekerja membangun konstruksi gedung bertingkat di kawasan Daan Mogot, Tangerang, Kamis (3/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjajaki sejumlah peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja konstruksi.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya menggelar pertemuan dengan General Manager Business & International Division Construction Industry Development Board (CIDB) Malaysia, Mohd Zaid Zakaria pada acara Bilateral Meeting pada rangkaian kegiatan Konstruksi Indonesia 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran. 

“Kehadiran delegasi Malaysia dalam Bilateral Meeting juga membahas beberapa hal seperti  peluang dan potensi kerja sama dalam upaya peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi, “ ujar Syarif dalam keterangan resminya, Kamis (1/11/2018).

Selanjutnya pertemuan Bilateral Meeting dengan Delegasi Australia yang diwakili oleh perwakilan Department of Foreign Affairs dan Trade (DFAT) Australia. Delegasi Australia dipimpin oleh Steven Barraclough selaku Minister Counsellor for Economic, Investment, and Infrastructure at the Australian Embassy.

Bilateral Meeting dengan DFAT Australia membahas tentang  sumber daya manusia dan keseteraan gender bisang Jasa Konstruksi. Pada pertemuan ini terdapat agenda penandatanganan Letter of Cooperation (LoC) antara kedua negara terkait peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), implementasi kesetaraan gender, dan pengembangan sistem pelatihan berbasis kompetensi di bidang jasa konstruksi di Indonesia.

LoC akan ditandatangani oleh Bapak Direktur Jenderal Bina Konstruksi mewakili Kementerian PUPR dan Steven Barraclough mewakili DFAT Australia.

Penandatanganan LoC tersebut sekaligus penegasan pelaksanaan Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) di mana Pemerintah Australia melalui KIAT akan memberikan dana hibah sebesar 6,25 juta dolar Australia atau sekitar Rp 68,13 miliar untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kesetaraan gender di bidang jasa konstruksi.

Selain itu, diberikan juga hibah 2 juta dolar Australia atau sekitar Rp21,81 miliar untuk pengembangan sistem pelatihan berbasis kompetensi di bidang jasa konstruksi di Indonesia.

Berikutnya, Bilateral Meeting dengan Delegasi India yang diwakili oleh Indian Chamber of Commerce (ICC).  Agenda Bilateral Meeting hari pertama ditutup dengan pertemuan antara Indonesia dan Delegasi Cina yang membawa serta asosiasi, konsultan dan developer Building Information Modeling (BIM).

Pada pertemuan ini akan membahas peluang pengembangan teknologi BIM, peningkatan kapasitas TKK, kegiatan promosi dan peluang kerja sama bidang jasa konstruksi antara Indonesia dan China.

Kegiatan Bilateral Meeting pada event Konstruksi Indonesia 2018 diharapkan menjadi salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kapasitas tenaga kerja konstruksi  Indonesia melalui promosi dan potensi peluang kerja sama dengan berbagai negara. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan negara-negara sahabat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan industri jasa konstruksi di Indonesia pada masa mendatang.

Konstruksi Indonesia 2018 merupakan kegiatan rutin strategis sebagai ajang berkumpulnya stakeholders konstruksi baik dari dalam maupun luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai wadah yang tepat untuk mencari solusi sekaligus tempat berkoodinasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung ketersediaan pasokan sumber daya konstruksi.

Tag : konstruksi, Kementerian PUPR
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top